kualanamuJakarta, LiputanIslam.com — PT Angkasa Pura II berencana menaikkan tarif pajak bandara atau airport tax pada tiga bandara yang mereka kelola. Menurut Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura II, Daryanto, tiga bandara tersebut adalah Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), dan Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang).

“Kami sudah mengajukan izinnya sejak awal tahun ini,” kata dia kepada media, Jumat (28/3).

Menurut Daryanto, pemberlakuan airport tax yang baru bertujuan menutupi investasi yang dikeluarkan perseroan dalam mengembangkan fasilitas bandara. Dia mengatakan ketiga bandara tersebut baru dibangun dan diperbaiki, sehingga ada perbaikan layanan dan fasilitas.

Investasi terbesar, kata Daryanto, adalah untuk membangun Bandara Kualanamu yakni Rp 5,59 triliun. Dari angka tersebut, pembangunan sisi darat menelan dana Rp 2,2 triliun. Dana tersebut diambil dari keuangan internal Angkasa Pura II. Sedangkan sisi udara menghabiskan investasi sekitar Rp 3,39 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Tri Sunoko, mengatakan kenaikan airport tax di tiga bandara tersebut berbeda-beda. Di Kualanamu, airport tax untuk rute domestik akan dinaikkan bertahap dari Rp 35 ribu menjadi Rp 75.000. Sedangkan untuk rute internasional dipatok Rp 200 ribu. Sementara kenaikan airport tax untuk Bandara Sultan Syarif Kasim II dan Raja Haji Fisabilillah direncanakan sebesar Rp 50 ribu dan Rp 40 ribu.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL