air france crewParis, LiputanIslam.com — Maskapai penerbangan Air France mengijinkan kru pesawat wanita untuk meninggalkan tugas penerbangan ke Iran jika merasa tidak nyaman untuk mengenakan hijab sebagaimana ketentuan otoritas Iran. Demikian pernyataan Air France, Senin (4/4) seperti dikutip Sputnik News.

Dalam kasus terdapat awak pesawat yang tidak bisa menunaikan tugas terkait dengan ketentuan itu, maskapai akan menyediakan ‘unit khusus’ untuk menggantikannya. Demikian laporan itu menyebutkan, tanpa menjelaskan lebih rinci tentang unit tersebut.

“Setiap kru wanita yang bertugas dalam penerbangan Paris-Teheran yang menolak mengenakan penutup kepala, setelah meninggalkan pesawat akan dipindahkan ke penerbangan lain,” kata Gilles Gateau, jubir Air France kepada radio Europe 1.

Sebelumnya dilaporkan bahwa maskapai tersebut telah membuat peraturan yang mewajibkan para pekerja wanitanya untuk mengenakan jaket panjang dan baju lebar serta penutup kepala saat meninggalkan pesawat yang mendarat di Iran. Namun peraturan itu tidak berlaku di dalam pesawat.

Aturan serupa sebenarnya telah diterapkan di negara-negara lain yang menerapkan hukum Islam, seperti Saudi Arabia, demikian laporan sejumlah media.

Menurut laporan Deutsche Welle, maskapai penerbangan terbesar Inggris, British Airways akan segera memulai penerbangannya kembali ke Iran dan kini tengah menyusun rekomendasi bagi awak-awak pesawat wanitanya. Demikian juga dengan maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL