Washington, LiputanIslam.com–Komite Hubungan Publik Amerika-Israel (AIPAC) menyuarakan pujian kepada Presiden AS Donald Trump atas keputusannya untuk mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibukota Israel.

Badan lobby berkekuatan besar ini baru saja mengadakan konferensi tahunan di Washington pada Minggu (4/3/18).

Dalam gelaran ini, presiden AIPAC, Mort Fridman, meminta anggotanya dari komunitas progresif agar tidak meninggalkan badan tersebut. Menurutnya, dukungan bipartisan untuk Israel sangat penting di waktu-waktu genting ketika banyak kecaman datang akibat dari pengakuan Yerusalem.

“Kepada kawan-kawan saya dari komunitas progresif, saya ingin memberitahu Anda bahwa kita bersatu di proyek ini,” ucap Fridman.

“Naratif progresif untuk Israel sama-sama menarik dan penting seperti narasi konservatif. Ada kekuatan nyata yang mencoba menarik Anda dari aula ini dan keluar dari gerakan ini dan kita tak bisa membiarkan ini terjadi…”

Pergeseran perhatian AIPAC kepada kaum kiri terjadi setelah upaya bertahun-tahun mereka untuk membuat pemerintah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Orang-orang marah dan frustrasi dan kesal,” katanya. “Ada dorongan untuk menjauh dari politik untuk mundur ke sudut partisan… Kita tidak bisa membiarkan dorongan tersebut terjadi,”

Sementara itu, mantan gubernur Michigan, Jennifer Granholm, juga memberikan pidato yang menutup mata atas kebijakan brutal rezim Israel terhadap warga Palestina.

“Israel bisa menjadi contoh bagi negara lain termasuk Amerika tentang bagaimana masyarakat dilindungi,” kata Granholm, sembari menyebut Israel sebagai “surga  progresif.”

Menurut media Jerusalem Post, konferensi AIPAC tahun ini diikuti oleh 18.000 “aktivis” ketika AS tengah memiliki presiden paling pro-Israel menjabat di Gedung Putih. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*