wakil-gubernur-dki-jakarta-basuki-tjahaja-purnama--ahok-_663_382Jakarta, LiputanIslam.com – Bagaimana kelanjutan kasus penutupan Diskotik Stadium? Sebelumnya, akibat Bripda Jicky Vay Gumerang ditemukan tewas karena diduga overdosis, diskotik yang terletak di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat itupun ditutup. Berdasarkan hasil otopsi, pria berusia 22 tahun itu positif menggunakan narkotika.

Tidak tinggal diam, Asosiasi Hiburan Malam meminta Pemprov DKI memberikan kesempatan kedua kepada Diskotik Stadium dengan memikirkan ratusan pegawai. Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan sudah memberikan kesempatan kedua. Sebelumnya Pemprov DKI telah melakukan peringatan namun tetap tidak diacuhkan sehingga nasib pegawai diskotik stadium sudah bukan menjadi masalahnya.

“Kalau bisnis narkoba bisa pelihara orang 3 juta hidup, lo gimana? Lo legalin narkoba juga? 3 juta orang lo serap tenaga kerja. Emang saya pikirin sudah gue bilang dua kali kalau ketangkap bukan Pemda yang tega, tapi kalian (pemilik diskotik) dong yang tega,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (23/5/2014) seperti dilansir Detikcom.

Lanjutnya lagi, apabila ada PHK maka pemilik diskotik yang harus memikirkan pesangon untuk pegawainya. “Kita sudah bilang kalau ada PHK ya kalian harus pikirin dong pesangonnya, ya kan kalau kita nggak bisa,” ujarnya.

Selain itu apabila pihak Diskotik Stadium meminta pengajuan pembukaan kembali, Ahok menegaskan akan tetap menolaknya. Meskipun ada pergantian nama diskotik.

“Ya tinggal ditolak, apanya yang susah sih. Kalau ganti nama juga kita akan kita tolak. Kita akan tanda tangan nggak kasih izin,” tegasnya.

Tewasnya Bripda Jicky Vay Gumerang lantaran overdosis memang disayangkan banyak pihak. Apalagi kehadirannya di Diskotik Stadium ditemani tiga orang teman lainnya yang juga anggota Polda Sulawesi Utara berpangkat Brigadir.

“Dia overdosis amphetamin atau ekstasi,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, kepada VIVAnews, Jakarta, Rabu 21 Mei 2014.

Setelah kejadian tersebut, Polres Metro Jakarta Barat langsung tancap gas untuk memburu oknum karyawan diskotek Stadium yang diduga menyewakan loker untuk menyimpan ribuan butir ekstasi kepada pengedar.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Rikwanto mengungkapkan muncul tiga kecurigaan petugas kepolisian, yakni pengunjung mengonsumsi ekstasi di luar diskotek, terdapat bandar kecil ekstasi yang bertransaksi di Stadium tanpa sepengetahuan manajemen dan terjadi peredaran narkoba di diskotek kawasan Tamansari Jakarta Barat itu.

Menurut Bisniscom, Rikwanto menyatakan polisi kesulitan mengungkap bandar besar narkoba di lingkungan tempat hiburan malam karena menggunakan jaringan putus. Para pengedar besar itu tidak bertransaksi langsung dengan pengunjung atau konsumen dan memanfaatkan oknum karyawan diskotek atau petugas kebersihan untuk mengedarkan narkoba.

Saat ini, petugas Polres Metro Jakarta Barat telah mengidentifikasi dan mengejar pemilik 4.500 butir ekstasi yang berada di salah satu loker tempat hiburan Stadium berdasarkan rekaman kamera tersembunyi. (ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL