Washington, LiputanIslam.com– Ahli pertahanan Riki Ellison, yang juga menjabat sebagai ketua Aliansi Advokasi Pertahanan AS, mengatakan bahwa sistem rudal Amerika yang bernilai milyaran dollar tak akan bisa mempertahankan negara dari serangan rudal Korea Utara.

Dalam laporan media Reuters pada Kamis (11/8/17), Ellison menilai uji coba rudal dari Pentagon baru-baru ini tidak secara akurat menyimulasikan kondisi perang yang sesungguhnya. Padahal, Pentagon sudah menghabisakan $40 milyar dollar untuk penelitian dan pengembangan sistem itu selama 18 tahun.

Pada 30 Mei lalu, Agensi Petahanan Rudal AS (MDA) hanya berhasil meluncurkan 10 dari 18 ujicoba sistem Ground-based Midcourse Defense (GMD).

GMD adalah sistem radar dan rudal yang ditujukan untuk melindungi AS dari rudal antar-benua (ICBMs).

Ellison, sistem GMD ini tidak cocok dengan skenario kemungkinan serangan dari Korea Utara. Ia menegaskan GMD butuh ujicoba yang lebih kuat seperti beberapa hulu ledak yang dapat membingungkan lawan.

Sementara itu, fisikawan Laura Grego yang mempelajari pertahanan rudal di Union of Concerned Scientists, mengatakan bahwa data yang dirilis secara publik tidak dapat memastikan apakah GMD bisa bekerja secara efektif di dalam kondisi perang seperti itu.

Perdebatan mengenai efektivitas sistem rudal AS ini muncul setelah adanya tudingan saling ancam antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un beberapa waktu lalu. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL