Aher meninjau banjirBandung, LiputanIslam.com–Sudah sepekan warga Kabupaten Bandung menderita banjir. Banjir seolah rutin menyambangi wilayah itu dan tahun ini bahkan meluas hingga delapan kecamatan. Rumah yang terendam mencapai 36.000 unit. Namun Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta kepada wartawan untuk tidak selalu menanyakan soal Sungai Citarum kepadanya. Sebab, Sungai Citarum merupakan milik pemerintah pusat sehingga pusat harus juga ditanya tentang penyelesaian Sungai Citarum.

“Tanya juga dong pusat, jangan gubernur terus yang ditanya-tanya,” ujar Ahmad Heryawan, seperti dikutip Kompas (23/12/2014).

Aher menjelaskan, pengelolaan Sungai Citarum berada di tangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. BBWS tersebut berada di bawah Kementerian PU sehingga kewenangan penyelesaian Sungai Citarum salah satunya berada di tangan pusat.

Meski demikian, Aher mengaku, selama ini ia sudah berikhtiar untuk mengatasi persoalan Sungai Citarum dengan cara pengerukan. Namun, pengerukan yang dilakukan beberapa tahun ke belakang ini tidak berdampak besar terhadap penanggulangan banjir.

“Karenanya, diperlukan penanganan lebih lanjut,” ucapnya. (Baca: Korban Banjir Bandung Butuh Bantuan)

Sebanyak 12 ribu korban banjir menjadi pengungsi. Lokasi terparah menghajar Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. BPBD Kabupaten Bandung telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga tanggal 29 Desember 2014. Selain bencana banjir, longsor dan angin puting beliung mengancam daerah Bandung Selatan.

(fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL