Ahed Tamimi berdiri di antara ayahnya Bassam dan ibunya Nariman, 29 Juli 2018. (AP Photo/Majdi Mohammed)

Tepi Barat, LiputanIslam.com–Aktivis remaja Palestina, Ahed Tamimi, melakukan perjalanan ke Prancis untuk memenuhi undangan koran L’Humanité dan partai Komunis Prancis (PCF) dalam sebuah acara debat oleh Asosiasi Solidaritas Prancis Palestina.

Ahed memberikan pidato pada Minggu (16/9/18) di Fete de L’Humanité (Festival Kemanusiaan) yang diselenggarakan setiap tahun oleh PCF dan Koran L’Humanité di La Courneuve, Seine-Saint-Denis.

“Saya ingin mengatakan kepada Trump bahwa Yerusalem akan tetap menjadi ibukota Palestina,” kata remaja berumur 17 tahun ini mengenai keputusan AS memindahkan kedubes mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

“Kami pengungsi Palestina tidak membutuhkan uang dari Amerika, tapi kami ingin tanah kami dikembalikan,” tegasnya di depan penonton.

Ahed kemudian menceritakan pengalamannya sebagai anak muda Palestina yang hidup di bawah penjajahan brutal Israel. “Ketika Anda masih semuda 17 tahun dan Anda menderita setiap hari akibat praktik penjajahan Israel, … bahkan anak-anak Palestina ditahan di pos pemeriksaan yang dikuasai Israel.”

Dia menegaskan bahwa rakyat Palestina “bukanlah korban, kami adalah pejuang kebebasan.”

Gadis berambut ikal dari desa Nabi Saleh, Tepi Barat, itu beberapa waktu yang lalu dipenjara selama 8 bulan hanya karena menampar tentara Israel yang sebelumnya menembak sepupunya di kepala.

Di Prancis, Ahed menerima sambutan hangat dari penonton acara Fete de L’Humanité  di mana ia menceritakan bagaimana hidupnya berubah selama ia dipenjara. Ikon aktivis muda Palestina ini mengaku tidak menyesalkan tindakannya menampar tentara Israel dan bahwa penjara telah membuatnya lebih dewasa.

Kunjungan Ahed ke Prancis terjadi beberapa minggu setelah ia diberi informasi oleh pemerintah Palestina bahwa dia tidak diperbolehkan meninggalkan Palestina karena ia dan keluarganya diboikot oleh Israel. Ayah Ahed mengatakan, Israel tidak memberikan alasan jelas mengenai pelarangan itu.

Ahed kini diperkirakan akan berkunjung ke negara Eropa lain untuk menyiarkan resistensi Palestina. Negara selanjutnya yang akan ia kunjungi adalah Spanyol untuk sebuah acara solidaritas. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*