Gaza, LiputanIslam.com–Pengacara aktivis remaja Palestina, Ahed Tamimi, menuding perilaku pelecehan seksual oleh pemeriksa Israel kepada kliennya ketika diinterogasi.

Menurut laporan Middle East Monitor pada Rabu (4/4/18), Gaby Lasky mengajukan keluhan kepada jaksa agung Israel atas perilaku tidak pantas yang dialami Tamimi selama interogasi, dengan menekankan statusnya sebagai anak perempuan di bawah umur.

Dengan memperlihatkan rekaman interogasi Tamimi yang bocor, Lasky mengatakan bahwa perilaku pemeriksa Israel itu merupakan “penyelewengan hukum yang menjijikkan”.

Dalam kejadian itu, seorang pemeriksa mengatakan kepada Tamimi dalam bahasa Arab bahwa dia memiliki “mata seperti bidadari,” dan kemudian melakukan “upaya menggoda yang menakutkan” dengan remaja perempuan itu.

Lasky menambahkan, interogasi Tamimi juga dilakukan tanpa ditemani petugas wanita dan itu juga merupakan penyelewengan hukum.

Pada Desember lalu, Ahed Tamimi menjadi ikon perlawanan anak muda Palestina  ketika videonya menampar seorang tentara Israel menjadi viral. Sebelumnya, tentara Israel menembak sepupu Tamimi di wajah.

Karena kejadian penamparan itu, rezim Israel memutuskan untuk menangkap Tamimi. Ia divonis hukuman 8 bulan penjara oleh pengadilan militer Israel dan denda kira-kira senilai $1,400.

Pasca putusan hukuman bagi Ahed keluar, organisasi Amnesty International menyebut vonis itu “kejam secara tidak proporsional.”

“Pemerintah Israel harus berhenti merespon tindakan perlawanan yang relatif kecil dengan hukuman kejam… Dengan menargetkan warga Palestina tanpa ampun, termasuk kepada anak-anak, yang berani menantang penjajahan opresif Israel, pihak berwenang mengabaikan tanggung jawab mereka di bawah hukum internasional…,” kata Amnesty. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL