pengadilan terorisNew York, LiputanIslam.com — Empat anggota dinas inteligen Inggris memberikan kesaksian pada pengadilan New York, AS, terhadap anggota Al Qaida Pakistan yang didakwa melakukan aksi pemboman pusat perbelanjaan di Inggris.

Seperti dilaporkan kantor berita Iran Press TV, Rabu (25/2), saat memberikan kesaksian, keempat anggota dinas inteligen MI-5 itu mengenakan wig dan make-up untuk menyembunyikan identitasnya. Kepada hakim, mereka memberikan kesaksian tentang bagaimana mereka mengikuti jejak terdakwa Abid Naseer pada bulan Maret dan April 2009 di kota Manchester dan Liverpool.

Para agen rahasia itu menyebutkan operasi penangkapan Naseer sebagai ‘Operasi Pathway’ dan Naseer sendiri mendapatkan julukan “small panel”. Naseer ditangkap tahun 2009 bersama 11 tersangka teroris lainnya, namun dilepaskan kembali tanpa mendapatkan dakwaan apapun. Ia baru ditangkap kembali bulan Juli 2010 atas permintaan kejaksaan AS atas tuduhan keterlibatan serangan teroris terhadap kereta bawah tanah New York tahun 2009.

Menurut para jaksa penuntut AS, Naseer terlibat serangan al-Qaeda terhadap sebuah mall yang menjadi bagian dari serangan terencana terhadap kereta bawah tanah New York dan majalah Denmark.

Jika terbukti atas dakwaan tersebut Nasser menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup. Namun ia membantah semua tuduhan itu.

Pengadilan juga melarang artis pengadilan untuk menggambar para agen rahasia itu melainkan hanya berbentuk badan tanpa wajah dan potongan rambut biasa.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL