prisoner-x_2485015bTeheran, LiputanIslam.com — Seorang agen Mossad kelahiran Israel yang dikenal dengan sebutan “Prisoner X” yang meninggal di tahanan Israel beberapa waktu lalu, diduga telah membocorkan data-data kegiatan inteligen Israel di Iran. Demikian pernyataan Rafael Epstein, penulis buku “Prisoner X”, hari Sabtu (22/2).

Pernyataan Epstein tersebut bertolakbelakang dengan pernyataan-pernyataan yang menyebutkan bahwa Zygier ditahan karena kegagalan merekrut agen ganda yang bekerja untuk Hizbollah, yang berujung pada bocornya data-data inteligen Israel ke Hizbollah.

Zygier merupakan bagian dari jaringan inteligen Mossad yang bekerja di Iran untuk memata-matai program nuklir negara itu. Ia ditangkap oleh aparat keamanan Israel di Melbourne, Australia tahun 2010 setelah menyerahkan data-data inteligen Israel kepada pejabat Iran di Melbourne.

Sejak penangkapan dan penahanan dirinya di Penjara Ayalon, ia telah berkali-kali melakukan usaha bunuh diri sebelum berhasil melakukannya akhir tahun 2010.

Lahir di Melbourne, 34 tahun sebelum kematiannya, ia adalah warga Israel yang memiliki kewarganegaraan ganda dengan warganegara Australia. Sejak tahun 2003 ia direkrut oleh dinas inteligen Israel, Mossad.

Koran Amerika New York Times melaporkan tgl 14 Februari lalu bahwa Zygier terlibat dalam pembunuhan tokoh Hamas Mahmoud al-Mabhouh bersama 25 agen Mossad lainnya. Al-Mabhouh  ditembak di sebuah kamar hotel di Dubai, bulan Januari 2010.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL