catherine_samba-panzaBangui, LiputanIslam.com — Pemerintah Republik Afrika Tengah mendeklarasikan perang melawan milisi-milisi Kristen yang telah melakukan aksi “pembersihan etnis” terhadap orang-orang Islam di negeri tersebut.

Hal tersebut disampaikan secara emosional oleh Presiden Afrika Tengah Catherine Samba-Panza, di Bangui, Rabu kemarin (12/2).

“Mereka mengira saya lemah karena saya seorang wanita. Namun kini Anti-Balaka (milisi Kristen) yang ingin melakukan pembunuhan-pembunuhan, yang akan diburu,” kata Catherine.

Samba-Panza menyebutkan bahwa para milisi telah kehilangan misinya yang jelas dan berubah menjadi para pembunuh dan kriminal.

Selama berbulan-bulan Rapublik Afrika Tengah dilanda kerusuhan sektarian yang dilakukan milisi-milisi Kristen terhadap penduduk muslim negeri itu yang hanya berjumlah 15% dari populasi.

Dalam laporan yang dikeluarkan hari Rabu (12/2) Amnesti Internasional menyebut telah terjadi praktik “pembersihan etnis” terhadap kaum muslim negeri itu, di hadapan pasukan penjaga perdamaian internasional yang tidak berdaya.

Menurut laporan tersebut sejak awal tahun ini telah terjadi beberapa praktik pembersihan etnis di Afrika Tengah terutama di wilayah barat negeri yang paling padat penduduknya.

“Seluruh komnitas muslimk telah dipaksa untuk pergi, dan ratusan di antaranya yang gagal melarikan diri telah dibunuh oleh milisi-milisi yang disebut Anti-Balaka.”

Menurut laporan lebih dari 1.000 orang tewas sejak bulan Desember 2013 lalu, ketika milisi-milisi Kristen melakukan serangan terorganisir terhadap orang-orang muslim yang dituduh melakukan kudeta terhadap pemerintah pada bulan Maret 2013.

Beberapa negara Afrika telah mengirimkan pasukan perdamaian sejumlah 5.400 orang ditambah 1.600 pasukan dari Perancis. Namun keberadaan mereka tidak mampu menghentikan pembantaian terhadap orang-orang muslim.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL