south africaPretoria, LiputanIslam.com — Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma memimpin prosesi perayaan 20 tahun negara tersebut ‘merdeka’ dari apartheid, atau politik diskriminatif yang membedakan warga kulit putih dan kulit hitam, Ahad (27/4).

Peringatan tersebut ditandai sejak pertama kali diselenggarakannya pemilihan presiden multiras, yang memenangkan Nelson Mandela sebagai presiden kulit hitam pertama di negara tersebut.

“Negara kami berhasil melakukannya. Kami semakin dekat pada cita-cita menciptakan Afrika Selatan yang bersatu tanpa diskriminasi ras, tanpa diskriminasi jender, serta demokratis,” kata Zuma dalam peringatan yang disebut sebagai “Hari Kebebasan” tersebut, seperti diwartakan AFP.

Afsel hari ini menjadi negara yang paling pesat berkembang di Benua Afrika, dengan perundang-undangan yang baik dan lembaga peradilan yang independen.

Namun, serangkaian keberhasilan negara tersebut mendapat tantangan dengan merebaknya korupsi, kemiskinan yang masih tinggi, maraknya kriminalitas dan minimnya program layanan publik.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*