kerusuhan afselJohannesburg, LiputanIslam.com — Kerusuhan anti-warga asing melanda Afrika Selatan dalam beberapa minggu terakhir. Di Johannesburg perusuh menyerang dan menjarah toko-toko milik warga asing. Polisi terpaksa membentuk pagar betis untuk menjaga toko-toko milik warga asing itu.

Kerusuhan masih berlangsung hingga Jumat (17/4), meski pada hari Kamis (16/4) digelar aksi demonstrasi besar-besaran menentang kerusuhan di kota Durham serta pernyataan Presiden Jacob Zuma yang mengutuk aksi-aksi kerusuhan itu. Demikian BBC News melaporkan.

Setidaknya lima orang tewas selama aksi kerusuhan anti-warga asing itu. Demikian otoritas setempat menyebutkan.

Imigran dari negara-negara Afrika dan Asia dalam jumlah cukup besar telah masuk ke Afrika Selatan sejak tumbangnya regim apartheid kulit putih tahun 1994. Warga asli yang cemburu dengan keberhasilan mereka menuduhnya telah mencuri pekerjaan mereka sehingga angka pengangguran meningkat hingga 24%.

Dalam kerusuhan yang terjadi di Johannesburg, Kamis malam (16/4), ratusan warga asing terpaksa mengungsi ke kantor polisi setempat. Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan perusuh dan menangkap 12 orang di antaranya.

Aksi ini disusul dengan aksi serupa di Jeppestown di sebelah timur Johannesburg, Jumat (17/4).

Selain membubarkan perusuh, polisi juga berusaha membubarkan para imigran yang berkumpul dengan senjata tajam.

BBC News melaporkan adanya kelompok orang bersenjata tajam yang diturunkan dengan mobil-mobil van. Mereka kemudian mengejar orang-orang dan melemparkan batu-batu. Warga yang ketakutan pun meninggalkan jalanan dan belindung ke rumah masing-masing hingga polisi datang untuk mengamankan keadaan.

“Apa yang saya lihat adalah mengerikan, dan jika ini berlangsung terus dan pemerintah terlambat bertindak, maka banyak orang akan mati,” tulis reporter BBC dalam laporannya.

Gubernur Provinsi Gauteng dimana kota Johannesburg berada, Qedani Mahlangu, menyerukan warga Afrika Selatan yang cinta damai untuk melawan dan mengutuk aksi kekerasan ini. Sementara Presiden Zuma mengecam aksi kerusuhan ini sebagai sesuatu yang ‘mengguncangkan’.

“Tidak ada alasan frustrasi atau kemarahan yang bisa membenarkan aksi-aksi kekerasan atas warga asing dan penjarahan terhadap toko-toko mereka,” kata Zuma hari Kamis.

Raja Zulu Goodwill Zwelithini dianggap sebagai provokator kerusuhan setelah dalam pernyataana yang dibuatnya mengatakan bahwa ‘orang-orang asing harus pergi’. Namun ia membantah tuduhan itu, menyebutkan perkataannya telah ‘dipelintir’.

Polisi telah membangun beberapa pusat penanganan korban kerusuhan yang dibuka 24 jam. Sementara beberapa negara tetangga telah menyatakan kesiapan untuk memulangkan warganya. Di sisi lain, di tengah kekhawatiran munculnya aksi serangan balik, sebanyak 300 warga Afrika Selatan yang bekerja di Mozambik akan segera dipulangkan.

Data resmi pemerintah Afrika Selatan menyebutkan terdapat 2 juta warga pendatang di Afrika Selatan, atau sekitar 4% dari total populasi di negara itu. Namun beberapa data tidak resmi menyebutkan angkanya mencapai 5 juta jiwa.

Pada tahun 2008 juta terjadi aksi-aksi kerusuhan anti-warga asing yang mengakibatkan 62 orang tewas.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL