militer bekas amerikaKabul, LiputanIslam.com — Afghanistan dan Pakistan tertarik untuk menggunakan kendaraan bekas militer Amerika Serikat yang tersisa di Afghanistan.

Menurut laporan Washington Post yang dikutip VOA, Selasa (18/3), Pentagon akan meninggalkan kendaraan dan peralatan lainnya senilai 7 miliar dolar AS karena mengangkutnya kembali ke AS akan membutuhkan dana yang lebih banyak.

Dilaporkan, AS akan memberikan semua peralatan itu, khususnya, kendaraan anti ranjau mine-resistant ambush-protected (MRAP) ke negara sekutunya Pakistan.

Namun, Emal Faizi, Juru Bicara Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan dalam sebuah wawancara dengan VOA bahwa negara itu akan keberatan bila semuanya diberikan ke Pakistan.

Dia menjelaskan, negaranya juga sangat membutuhkan peralatan militer saat ini.

“Pasukan keamanan Afghanistan membutuhkan kendaraan jenis ini, dan sebagai rekan strategis, AS harusnya mengajak kami berbicara sebelum mengambil keputusan ini,” kata Faizi.

Menurut pengamat pertahanan Pakistan, niat AS untuk memberikan sisa-sisa kendaraan itu ke Pakistan masuk akal bila dilihat dari kepentingan memberantas para militan.

“Para pengacau di Pakistan hampir sama dengan Afghanistan yang menggunakan bahan peledak dan membunuh banyak personel pasukan keamanan. Dengan menggunakan kendaraan lapis baja akan mengurangi jumlah korban,” kata Purnawirawan Jenderal Mahmood Shah, pengamat pertahanan di Pakistan.

Namun, Afghanistan bersikukuh keberatan dengan niat AS itu. Bila diberikan ke Pakistan, negara ini yakin selain mereka, India juga akan terganggu dengan rencana tersebut.

Bila rencana memberikan ke Pakistan gagal, AS dilaporkan juga tidak akan memberikannya ke Afghanistan yang dikhawatirkan  jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab. Pilihan terakhir adalah menghancurkannya dan menjualnya dalam bentuk kiloan ke pasar besi bekas di Afghanistan.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL