Hamid-Karzai_2695299bKabul, LiputanIslam.com — Presiden Afghanistan Hamid Karzai menegaskan bahwa negaranya menghormati keputusan rakyat Krimea untuk bergabung dengan Rusia. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan dengan delegasi anggota legislatif Amerika di Kabul, Sabtu (22/3).

Sebagaimana dilaporkan Russia Today, hari Minggu (23/3), isu tentang Krimea tersebut merupakan salah satu dari beberapa isu lainnya yang dibicarakan antara delegasi Amerika dan Afghanistan. Anggota legislatif Amerika yang berasal dari pertai Demokrat maupun Republik tersebut dipimpin oleh Senator Kelly Ayotte.

Pengakuan Afghanistan terhadap hasil referendum di Krimea yang digelar tgl 16 Maret lalu itu menyusul pengakuan serupa yang diberikan oleh beberapa negara lainnya selain Rusia, di antaranya Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Suriah, Venezuela, dan Korea Utara.

Pada hari Jumat (21/3) rezin Ukraina memanggil dubes Armenia setelah presiden negara tersebut, Serzh Sargsyan, mengatakan bahwa referendum Krimea merupakan “model nyata bagi penentuan nasib suatu bangsa”. Pernyataan tersebut disampaikan Sargsyan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani pengesahan penggabungan Krimea dan kota Sevastopol sebagai bagian dari Rusia.

Penggabungan Krimea dengan Rusia dipicu oleh penggulingan presiden Ukraina terpilih Victor Yanukovych oleh kelompok-kelompok radikal dan neo-Nazi tgl 21 Februari lalu. Berkuasanya kelompok-kelompok radikal anti-Rusia di Ukraina mengkhawatirkan warga Ukraina keturunan Rusia yang banyak terdapat di Krimea dan Ukraina timur yang berbatasan dengan Rusia. Apalagi setelah rezim baru Ukraina mengeluarkan pencabutan status bahasa Rusia sebagai salah satu bahasa resmi Ukraina.

Krimea-Rusia Rebut Markas Militer Ukraina di Krimea
Sementara itu pada hari Sabtu (22/3) dilaporkan pasukan Rusia dan milisi Krimea menyerbu dan menguasai markas AU Ukraina Belbek, Sevastopol, Krimea. Setidaknya satu orang terluka dalam serangan itu.

Ini merupakan upaya Krimea dan Rusia untuk mengkonsolidasi penggabungan Krimea dan Rusia dengan mengusir pasukan Ukraina keluar dari wilayah itu. Sementara itu, kapal perang Ukraina Slavutych juga telah diamankan oleh pasukan keamanan Krimea dan pasukan Rusia, menyusul 3 kapal perang Ukraina lainnya yang telah terlebih dahulu direbut oleh pasukan Krimea.

Wartawan BBC Ian Pannell di Belbek mengatakan pasukan Ukraina di pangkalan militer tersebut merasa ditinggalkan oleh pemerintah mereka di Kiev. Komandan pangkalan Belbek sebelumnya mengatakan ia telah menunggu pesan dari Kiev selama berhari-hari tetapi tidak ada instruksi apapun dari pusat.(ca/russia today/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*