Deklarasi ISIS di Bundaran HI (16/3), foto : Liputan Islam

Deklarasi ISIS di Bundaran HI (16/3), foto : Liputan Islam

Jakarta, LiputanIslam.com—Dua buah video yang baru-baru ini diunggah di youtube oleh akun ‘Abu Al Bawi’ menunjukkan adanya sejumlah warga Indonesia yang menjadi anggota ISIS. Salah satu dari mereka bahkan disebut sebagai mantan anggota TNI.

Dalam video berdurasi 11 menit tersebut, narator berbahasa Indonesia menyebut nama mantan anggota TNI itu Abu Jihan. Narator mengatakan, “Abu Jihan sebelumnya adalah pembela berhala Pancasila la’natullah alaih dan kini telah bertaubat dengan berjihad menegakkan kalimat Allah.”

Narator video juga menyatakan bahwa TNI adalah ‘anshorut-thoghut’ (pasukan Pemimpin Jahat). Hal ini didasari oleh keyakinan kelompok-kelompok Islam radikal bahwa sistem pemerintahan sekuler seperti Indonesia adalah sistem thoghut.

Namun pagi ini, video tersebut telah diremove oleh youtube karena dinilai mengandung kekerasan. (URL video: http://www.youtube.com/watch?v=HwvsnFRrsVQ&app=desktop)

Video kedua merekam pernyataan seseorang berbahasa Arab disebut bernama Abu Syuaib Al Anshari. Dia menyeru agar orang-orang Indonesia datang berjihad ke Suriah dan Irak karena jihad adalah kewajiban. (video: http://www.youtube.com/watch?v=AyQhr0bI6v8)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai,telah mengetahui keterlibatan orang-orang Indonesia di ISIS dan mengatakan hal ini sangat mengkhawatirkan.

“Kita punya pengalaman dengan militan yang ke Afghanistan dulu karena gerakan ISIS itu sama saja dengan al-Qaeda dan disana mereka mengikuti pelatihan dan mungkin juga terlibat aksi-aksi perlawanan bersenjata, kembalinya di kita ya itu cukup mengkhawatirkan,” kata Ansyaad kepada BBC Indonesia (17/6/2014).

“Umumnya, mereka yang menyatakan kesetiaan kepada ISIS adalah anggota kelompok yang merupakan pecahan dari Jamaah Islamiyah, Jamaah Anshorut Tauhid atau Negara Islam Indonesia,” kata Ansyaad.

Pada 16 Maret 2014, para pendukung ISIS di Indonesia telah mendeklarasikan dukungan mereka secara terbuka di Bundaran HI. Dalam berbagai acara di berbagai kota, kelomok-kelompok ini aktif menggalang dana bantuan dengan kedok ‘menolong saudara Sunni di Suriah dan Irak’. (baca liputannya: http://liputanislam.com/liputan/deklarasi-baiat-organisasi-teroris-transnasional/)

Lembaga Fatwa Mesir telah menyatakan ISIS sesat dan mencemarkan citra Islam. Syekh Alawi Amin, salah satu ulama dan guru besar Universitas al-Azhar menilai aksi ISIS di Irak tidak lepas dari agenda Amerika Serikat (AS) dan Zionisme internasional. “AS berada di balik barisan ini, sedangkan Zionisme internasional menggerakkan mereka yang menamakan dirinya ISIS dan mengaku Islam, padahal Islam berlepas diri dari mereka sebagaimana serigala berlepas diri dari dosa anak-anak Nabi Ya’kub as,” ujar Syekh Alawi.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL