Abu Jibril (foto:Islampos)

Abu Jibril (foto:Islampos)

Bandung, LiputanIslam.com–Salah satu orator dalam acara Deklarasi Nasional Anti-Syiah, Abu Jibril, mengakui bahwa pihaknya sering mencerca dan menuduh umat Syiah dengan berbagai tuduhan.

“Orang-orang Syiah tertawa bertepuk tangan hanya kita berkumpul mencerca mereka, menuduh mereka berbagai-bagai dengan tuduhan, tetapi tidak melakukan apa-apa! Dan mereka tertawa itu. Sedang mereka tidak banyak melakukan apa yang kita lakukan namun mereka bertindak, dan kita tidak bisa berbuat apa-apa!” kata Abu Jibril.

Lebih lanjut Abu Jibril menyatakan bahwa mengkafirkan Syiah adalah wajib dan wajib pula dibunuh. Repoter Liputan Islam melaporkan, Abu Jibril bahkan mengklaim itu adalah hadis Nabi Muhammad (lihat video). Abu Jibril dalam orasinya mengulang-ngulang klaim-klaim kesesatan-kesesatan Syiah, “Quran-nya tidak sama, rukun imannya tidak sama, nabinya tidak sama!” Beberapa orang menyambut pernyataannya itu dengan teriakan “Syiah kafir!”, “Syiah sama dengan Yahudi!”, atau “Syiah Setan!”

Abu Jibril adalah ustadz garis keras yang kerap menyuarakan kebencian kepada non-muslim, Syiah, dan Ahmadiyah. Situs lppimakassar. net menyebutkan bahwa Abu Jibril bersama Abdullah Sungkar, Abu Bakar Baasyir, dan adiknya yang bernama Irfan Awwas (pendiri Majelis Mujahidin Indonesia), pernah bergerak di bawah tanah dengan mengusung gerakan DI/TII. Pada tahun 1985, mereka semua melarikan diri ke Malaysia. Beberapa teman-teman mereka tertangkap dan dijebloskan ke penjara dengan hukuman 5-10 tahun.

Di Malaysia, mereka mengubah nama gerakan mereka jadi Jamaah Islamiyyah. Mereka mengirim pengikut-pengikut mereka ke Afghanistan untuk belajar perang. Anak Abu Jibril, Muhammad Jibril, dikirim ke Pakistan dan bergabung dengan kelompok Osama bin Laden. Pulang dari Pakistan, Muhammad Jibril mendirikan Arrahmah.com. (by/Lppimakassar.net)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL