Palestinian authority President Mahmoud AbbasRamallah, LiputanIslam.com — Pemimpin Otorita Ramallah Palestina, Mahmoud Abbas menuduh rezim Zionis Israel telah menyabotase pembicaraan damai antara Palestina dan Israel. Abbas menyampaikan hal itu dalam pidatonya di KTT Liga Arab ke-25 di Kuwait, Selasa (25/3).

Menurut Abbas, Tel Aviv tidak memberikan peluang untuk mencapai kesepakatan dalam perundingan dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk merusak negosiasi.

“Selama proses negosiasi, Tel Aviv telah mengajukan tuntutan-tuntutan baru, termasuk pengakuan Israel sebagai negara Yahudi dan kelanjutan proyek perluasan pemukiman Zionis,” tambahnya.

Dia lebih lanjut mencatat bahwa rezim Zionis tidak bersedia untuk mengakhiri pendudukannya atas wilayah Palestina.

“Ini membuktikan bahwa Israel tidak serius dalam negosiasi tentang penarikan mereka dari wilayah-wilayah pendudukan dan mencapai perdamaian,” ujar Abbas.

Pemerintah Otorita Ramallah juga menegaskan bahwa Palestina tidak akan mengakui Israel sebagai negara Yahudi.

Abbas mengatakan selama pertemuan darurat Komite Sentral Fatah di Ramallah, Tepi Barat pada hari Sabtu bahwa Otoritas Palestina tidak akan menerima sesuatu yang kurang dari pembentukan sebuah negara merdeka Palestina dengan Timur al-Quds sebagai ibukotanya.

“Kami tidak akan menyerahkan hak-hak kami di bawah tekanan dan ancaman apapun,” katanya, seraya menambahkan, “Kami menolak setiap upaya untuk menekan rakyat Palestina.”

Putaran terakhir pembicaraan Israel-Palestina gagal pada tahun 2010 setelah Tel Aviv menolak untuk menghentikan pembangunan pemukiman Zionis.

Kegiatan pemukiman Zionis masih menjadi kendala utama bagi perdamaian di kawasan. (ca/IRIB Indonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL