Yerusalem, LiputanIslam.com—Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dilaporkan telah mengirimkan surat kepada Presiden terpilih Donald Trump, yang berisi permintaan agar sang presiden terpilih tidak memindahkan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds.

Trump berkali-kali mengatakan dalam kampanyenya bahwa jika ia terpilih, dia tak akan ragu untuk memindahkan Kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem, yang diakui rakyat Palestina sebagai ibukota masa depan mereka.

Berdasarkan informasi dari kantor berita Wafa pada Senin (9/01/2017), salah satu poin di dalam surat Abbas adalah peringatan bahwa langkah Trump tersebut akan “mengakibatkan efek berbahaya dalam proses perdamaian antara kedua negara.”

Selain itu, Abbas juga dilaporkan mengirimkan surat kepada pemimpin Rusia, Cina, dan Uni Eropa yang berisi permintaan tolong untuk menghalangi AS melakukan langkah relokasi tersebut.

Dalam pidatonya pada Jumat lalu, Abbas memperingatkan bahwa “pernyataan apapun yang menganggu atau mengubah status Yerusalem al-Quds adalah sesuatu yang tak dapat diterima.”

Pada September lalu, Trump sempat berjanji kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa ia akan mengakui Yerusalem  sebagai ibukota Israel jika ia berhasil menjadi presiden. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL