Gaza, LiputanIslam.com—Warga Jalur Gaza menjadi korban kebijakan Israel dan pemerintah Palestinian di mana suplai kebutuhan barang dan jasa diputus secara semena-mena. Israel, dengan permintaan pemerintah Palestina, juga telah mencabut sebagian besar listik di Gaza.

Jalur Gaza merupakan salah satu wilayah paling padat penduduk di dunia dan bahkan sering disebut penjara terbuka. Kawasan ini memiliki luas seperti Detroit, dan ditinggali oleh hampir 2 juta orang, di mana mayoritas berumur di bawah 25 tahun.

Sejak pemilu 2005 Palestina, pemerintah Israel mengontrol jalur udara Gaza, akses mekanan, pengiriman material pembangunan, dan suplai listrik. Selama 10 tahun ke belakang, penduduk di sana menghadapi berbagai macam aksi militer oleh Israel yang juga didukung AS.

Masih di tengah ancaman perang, penduduk Gaza terus menghadapi pemutusan listrik yang membuat mereka harus bertahan di cuaca ekstrim tanpa listrik sampai dengan 20 jam perhari.

Berdasarkan informasi dari kepala Koordinator Aktivitas Pemerintah di Kawasan (COGAT) Israel, Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta Israel untuk menghentikan suplai listrik di Gaza selama bulan April tahun ini. Alasannya, pemerintah tengah kesusahan melakukan perebutan kekuasaan dengan Hamas atas kawasan Jalur Gaza. Pemerintah Israel pun menerima permintaan itu dengan senang hati.

Penduduk lokal mengaku, pemutusan listrik selama dua sampai empat jam saja sudah sangat menyusahkan. Namun, mereka  tidak punya harapan kebijakan ini akan membaik. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL