senjata asWashington DC, LiputanIslam.com — Sekelompok dokter AS mendesak Congress (lembaga Legislatif AS) untuk mencabut larangan penggunaan dana federal bagi penyelidikan medis tentang pelanggaran senjata. Langkah ini terkait dengan seringnya terjadi aksi-aksi kekerasan dengan senjata yang menelan korban hingga 90 orang per-hari. Demikian Russia Today melaporkan, Ahad (6/12).

Kelompok yang menamakan diri Doctors for America itu menyerahkan petisi yang ditandatangani lebih dari 2.000 dokter di seluruh AS, ke Capitol Hill dalam upaya mengakhiri apa yang disebut ‘Dickey Amendment’, yang melarang Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan National Institutes of Health (NIH) untuk melakukan penyelidikan tentang pelanggaran senjata selama dua dekade terakhir.

Dalam jumpa pers yang digelar minggu lalu terkait dengan petisi tersebut, para dokter itu ditemani beberapa politisi Partai Demokrat. Sejumlah pidato mendesak dilakukannya tindakan mendesak untuk mengakhiri pelanggaran senjata di AS.

“Pelanggaran senjata adalah masalah kesehatan publik yang telah menewaskan 90 orang per-hari,” kata Dr Alice Chen, Direktur Eksekutif Doctors for America.

“Para dokter percaya bahwa kinilah saatnya untuk mengakhiri larangan terhadap pendanaan penyelidikan untuk menyelamatkan nyawa manusia. Kami mendesak Congress untuk menempatkan para pasien di atas politik untuk membantu mengatasi masalah nasional ini,” tambahnya.

Seruan ini menyusul terjadinya 2 aksi penembakan massal dalam seminggu. Pada tanggal 27 November seseorang yang bersenjata menembaki orang-orang di fasilitas program Keluarga Berencana di Colorado Springs, menewaskan 3 orang. Disusul kemudian pada tanggal 2 Desember terjadi penembakan massal yang menewaskan 14 orang di San Bernadino, California.

Aksi penembakan di California ini diklaim oleh kelompok ISIS sebagai aksi mereka.

AS memegang rekor kejahatan dengan senjata di dunia. Selama 2015 ini telah terjadi 353 penembakan massal dan 33.000 orang tewas karena senjata api setiap tahunnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL