serangan tunisia2Tunis, LiputanIslam.com — Polisi Tunisia menangkap 9 orang tersangka serangan Museum Nasional Bardo hari Rabu (18/3). Dalam serangan itu setidaknya 23 orang tewas, termasuk 20 turis asing. Selain itu lebih dari 40 orang terluka dalam serangan itu.

Presiden Tunisia menyebut 4 di antara tersangka itu terkait langsung dengan aksi serangan, sedangkan 5 orang lainnya terkait dengan jaringan terorisme. Sementara itu tentara akan digelar di kota-kota besar untuk menjaga keamanan. Demikian sebagaimana dilaporkan BBC News, Kamis petang (19/3).

Dalam perkembangan lainnya, kelompok teroris ISIS mengklaim sebagai penanggungjawab serangan tersebut dan memuji 2 pelakunya yang tewas sebagai “ksatria khalifat”.

Klaim tersebut dipostingkan melalui media sosial Twitter yang dikenal sebagai akun milik ISIS, yang menyebutkan nama kedua pelaku yang tewas sebagai Abu-Zakariya al-Tunisi dan Abu-Anas al-Tunisi. Dalam pernyataan tersebut mereka menyebut Museum Bardo sebagai ‘sarang orang-orang kafir’, merujuk pada para turis asing yang tewas.

BBC News menyebut salah seorang pelaku yang tewas telah dikenali aparat keamanan sebagai Yassine Laabidi. Ia dan seorang rekannya tewas setelah polisi anti-teror menyerbu museum tempat mereka malakukan aksi.

Menurut keterangan otoritas Tunisia, 23 orang dinyatakan tewas, termasuk 3 warga Tunisia di antaranya seorang polisi. Korban lainnya adalah para turis masing-masing berasal dari Jepang (5 orang), Italia (4 orang), Kolombia (2 orang), Spanyol (2 orang), Inggris, Australia, Perancis dan Polandia.

Saat terjadinya serangan, parlemen negara itu tengah bersidang membahas undang-undang anti-terror. Para anggota parlemen itu dievakuasi karena serangan itu, namun kembali bersidang pada malam hari.

Keamanan menjadi isu krusial di negara yang tengah bertransformasi dari negara diktatorial menjadi negara demokratis paska Arab Springs tahun 2011. Tunisia adalah salah satu negara yang banyak mengirim ‘mujahidin’ ke Suriah, bahkan banyak wanita Tunisia yang kembali dari Suriah menjadi isu nasional dan internasional setelah diketahui hamil setelah berhubungan dengan sejumlah ‘mujahidin’ sekaligus.

Diperkirakan antara 3.000 hingga 5.000 ‘mujahidin’ telah pergi ke Suriah dan sekitar 500 dari mereka kembali ke Tunisia.

Sumber BBC menyebut, kedua pelaku yang tewas pernah mendapat latihan militer dari kelompok Al Qaida di Derna, Libya, sebelum menyelinap kembali ke Tunisia dan melakukan serangan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*