LiputanIslam.com – Pada pemilu kali ini, tercatat ada 878 calon legislatif yang berusia di bawah 30 tahun. Tirto mencontohkan salah satu caleg muda milenial bernama Pandu Puragabaya yang baru berusia 27 tahun. Ia adalah politikus muda dari Partai Gerindra untuk daerah pemilihan Yogyakarta.

Di usianya yang relatif masih muda, ia memutuskan untuk terjun ke dunia politik karena ingin merubah masyarakat, salah satunya adalah merubah stigma bahwa anak muda jarang yang mau berpolitik dan anti-politik. Ia merasa lebih unggul karena pemilih milenial cenderung ingin memilih calon yang memiliki gagasan baru.

Pandu adalah satu dari 414 caleg yang berusia muda pada pemilu 2014 lalu. Ia merupakan bagian dari 6,5 persen dari total 6.397 caleg secara keseluruhan. Namun pada pemilu 2019 ini, jumlah caleg muda lebih banyak lagi, bahkan dua kali lipat dari pemilu sebelumnya, yaitu 878 caleg. Artinya, jumlah caleg muda pada pemilu tahun ini meningkat 100 persen.

878 caleg muda tersebar dari banyak partai, namun partai terbanyak pengusung caleg muda adalah Partai Solidaritas Indonesia dengan jumlah 171 caleg. Partai lain yang juga menyuguhkan caleg muda adalah Partai Garuda sebanyak 84 caleg, Partai Persatuan Pembangunan sebanyak 81 caleg, Partai Kebangkitan Bangsa sebanyak 78 caleg, Partai Amanat Nasional sebanyak 58 caleg, Partai Gerindra sebanyak 56 caleg, Partai Perindo sebanyak 56 caleg, Partai NasDem sebanyak 52 caleg, Partai Golkar sebanyak 45 caleg, Partai Hanura sebanyak 37 caleg, Partai Berkarya sebanyak 35 caleg, PDIP sebanyak 34 caleg, PKS sebanyak 31 caleg, Demokrat sebanyak 24 caleg, PBB sebanyak 21 caleg, dan PKPI sebanyak 20 caleg. (Ayu/Tirto)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*