jenasah peruLima, LiputanIslam.com — Sebanyak 80 jenasah korban aksi-aksi kekerasan di Peru antara tahun 1980 sampai 2000 yang disebut “Perang Kotor”, dikembalikan ke keluarganya melalui sebuah upacara yang digelar di kota Ayacucho, Senin (27/10).

Jenasah-jenasah itu berhasil ditemukan antara tahun 2011 dan 2013 oleh tim-tim forensik yang ditugaskan untuk menemukan mayat-mayat korban kekerasan di Provinsi Ayacucho dan Huancavelica. Sebagian jenasah itu adalah korban aksi-aksi kekerasan yang dilakukan kelompok gerilyawan Shining Path, sisanya korban tindakan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan Peru.

Di antara jenasah yang ditemukan itu, 2 di antaranya diketahui sebagai perempuan yang tengah mengandung. Demikian laporan BBC News.

Tim-tim forensik telah bekerja mencari jenasah korban aksi-aksi kekerasan sejak tahun 2006 lalu. Sampai sejauh ini mereka telah menemukan 2.925 jenasah dan berhasil mengidentifikasi 1.689 di antaranya.

Komisi Kebenaran yang dibentuk untuk mengakhiri trauma publik atas lembaran hitam sejarah Peru, menyebutkan bahwa jumlah korban “Perang Kotor” mencapai 70.000 orang.

“Perang Kotor” berlangsung antara kelompok gerilyawan komunis Shining Path (Sendero Luminoso) melawan pasukan keamanan pemerintah. Pada tahun 1990 basis kelompok Shining Path berhasil dihancurkan, namun pecahan-pecahannya terus melanjutkan aksi-aksi kekerasan dengan meleburkan diri dengan perdagangan obat-obatan terlarang.

Pada bulan April lalu sebanyak 24 anggota kelompok Shining Path ditangkap aparat keamanan. Di antara mereka adalah ketua biro politik kelompok itu, Movadef. Selain itu, 2 pengacara yang membela pimpinan kelompok ini, Abimael Guzman, juga ditangkap bersama mereka.

Guzman sendiri kini meringkuk dalam penjara setelah diadili pada tahun 1992.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL