spanyol di ukrainaMadrid, LiputanIslam.com — Polisi Spanyol menangkap 8 warga negara itu setelah berperang bersama kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina timur.

“Delapan warga Spanyol telah ditangkap setelah kembali dari Ukraina setelah terlibat dalam konflik di wilayah Donbass (Ukraina timur),” kata jubir pemerintah Madrid, Jumat (27/2), seperti dilaporkan Press TV.

Kedelapan orang itu ditangkap secara terpisah di 6 wilayah di Spanyol.

Seorang sumber otoritas penyidikan mengungkapkan bahwa orang-orang itu sebagai “pro-Rusia dan beridiologi ekstrem kiri”. Mereka ditahan atas tuduhan kepemilikan senjata perang, terlibat pembunuhan dan melanggar kebijakan Spanyol yang netral dalam konflik di Ukraina.

Menurut sumber tersebut, para tersangka itu telah mempostingkan gambar-gambar senjata dan pesan-pesan perang dalam konflik di Ukraina. Mereka disebut-sebut terinspirasi oleh Brigade International, kelompok sukarelawan internasional yang terlibat dalam perang sipil di Spanyol melawan regim Jendral Franco tahun 1936-1939.

Dalam tulisan yang dipostingkan di sebuah situs pada Agustus 2014, sekelompok ‘saya kiri’ menyerukan sukarelawan untuk pergi ke Ukraina berperang melawan ‘kanker facsisme’ yang berkembang di Ukraina.

Wilayah Donbass (Donetsk dan Lugansk) di Ukraina timur menjadi ajang pertempuran sengit sejak bulan April 2014, setelah kelompok separatis menyatakan kemerdekaan dari Ukraina dan dibalas pemerintah dengan menggelar operasi militer besar-besaran. Konflik ini telah menelan hampir 6.000 jiwa dan mengakibatkan lebih dari sejuta orang harus kehilangan tempat tinggalnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL