Washington, LiputanIslam.com—Belum lama sejak pertemuan “damai” dengan Kim Jong-un, Presiden AS Donald Trump kembali memperpanjang sanksi kepada Korea Utara untuk satu tahun ke depan.

Langkah kontroversial ini dilakukan dengan alasan adanya ancaman senjata nuklir yang “luar biasa” dari negara Asia itu.

“Langkah dan kebijakan pemerintah Korea Utara, termasuk aktivitas senjata nuklir dan rudal; dan kebijakan lainnya yang provokatif, menghancurkan, dan represif … terus menjadi ancaman yang luar biasa kepada AS,” demikian isi dari pernyataan tertulis  Gedung Putih pada Jumat (22/6/18).

Padahal, setelah melakukan pertemuan dengan Kim Jong-un di Singapura pada awal bulan ini, Trump berjanji akan mencabut sanksi “di saat kami yakin tidak ada lagi senjata nuklir.”

Dalam perjalanan pulang dari Singapura, Trump mengumumkan bahwa Korut tidak lagi memberikan ancaman nuklir kepada AS.

“Tidak ada lagi ancaman nuklir dari Korut,” tulisnya dalam akun Twitter pribadinya. “Bertemu Kim Jong Un adalah pengalaman yang menarik dan sangat positif. Korut memiliki potensi yang besar di masa depan!”

Namun, dilihat dari pengumuman dari Gedung Putih pada Jumat kemarin, semua upaya damai yang sudah terjalin ternyata tidak berakhir dengan baik. Dengan mengumumkan bahwa ancaman Korut merupakan ‘darurat nasional,’ Trump kembali menjatuhkan sanksi yang telah diterima Pyongyang setiap tahun sejak tahun 2008. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*