army-chief-thaiBangkok, LiputanIslam.com — Sebanyak 76 orang masih ditahan oleh militer Thailand menyusul kudeta militer yang dilakukan, demikian klaim militer Thailand. Namun jumlah sebenarnya masih belum bisa dipastikan karena masih terjadinya penangkapan-penangkapan.

Militer Thailand, hari Selasa (27/5) mengumumkan telah membebaskan 124 politikus dan tokoh-tokoh politik yang dianggap “berbahaya” setelah menjalani penahanan selama beberapa hari. Namun masih ada 76 orang lagi yang masih menjalani penahanan. Sementara itu sebanyak 53 orang belum melaporkan diri kepada militer dan kini tengah menjadi buronan.

Pembebasan para politisi tersebut, sebut miltiter, setelah mereka membuat pernyataan untuk tidak melakukan aktifitas politik serta memberikan laporan rutin kepada militer. Mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra adalah termasuk dari politisi yang dibebaskan, namun masih menjalani pengawasan ketat. Demikian laporan wartawan BBC di lapangan.

Tentara juga membebaskan sekelompok aktifis pro-pemerintah, atau disebut “kelompok kaos merah”, setelah sebelumnya membebaskan sekelompok aktifis anti-pemerintah.

Sejauh ini, lapor BBC, para politisi yang dibebaskan itu menunjukkan kepatuhan kepada penguasa militer dengan menghindari aksi politik. Namun menjadi spekulasi publik, apakah para aktifis “kaos merah” akan tetap mematuhi aturan militer tersebut mengingat pemimpin mereka yang telah dilengserkan.

Militer melakukan kudeta tanggal 22 Mei lalu, dengan dalih menjaga ketertiban dan kedamaian menyusul ketidakstabilan politik selama 6 bulan terakhir yang telah menelan sejumlah korban jiwa. Setidaknya 28 orang telah tewas selama kerusuhan-kerusuhan itu.

Pada hari Senin, Raja Thailand melantik pemimpin militer sebagai perdana menteri sementara. Namun aksi kudeta tersebut mendapat kecaman luas dunia internasional dengan Amerika yang membatalkan kerjasama militer dengan Thailand.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL