barang buktiNew York, LiputanIslam.com — Polisi New York, AS menangkap 71 orang ditangkap dalam operasi besar-besaran terhadap jaringan pedhopili online di New York, AS. Di antara tersangka adalah perwira polisi, rabi (pemuka agama yahudi) dan tenaga medis. Demikian keterangan pers kepolisian New York, Rabu (21/5).

Mereka semua ditangkap setelah polisi New York menggelar operasi besar-besaran selama 5 minggu. Lebih dari 600 laptop, smarphone, dan peralatan komputer lainnya ditahan sebagai barang bukti.

Pejabat kepolisian mengatakan bahwa sebagian dari tersangka memiliki akses langsung terhadap para korban pedhopili, meski mereka tidak menyebutkan adanya tindakan pelecehan.

Agen khusus yang memimpin penyelidikan dari satuan Immigrations and Customs Enforcement (ICE) New York, James Hayes Jr, menyebutkan bahwa jumlah dan latar belakang profesi pada tersangka yang terlibat dalam jaringan pedhopili online tersebut sebagai “sangat memprihatinkan”.

“Kita tidak lagi bisa menganggap bahwa mereka yang melakukan kejahatan seperti ini hanyalah para gelandangan,” kata James Hayes Jr.

Polisi memulai penyelidikan dan penangkapan setelah tertangkapnya Brian Fanelli dalam kasus pedhopili bulan Januari lalu di pinggiran kota New York. Ia diketahui mengetahui jaringan pedhopilia online yang beroperasi di New York.

Setelah itu petugas kepolisian menyamar sebagai penyedia material online bentuk-bentuk pedhopilia dan menawarkannya di dunia maya. Dari aksi penyamaran tersebut diketahuilah para pemilik akun online yang selama ini terlibat dalam kegiatan haram tersebut.

Pusat Penanganan Anak-anak Hilang dan Tereksploitasi akan turut menganalisis bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan untuk mengetahui korban-korban yang terlibat dalam kejahatan terhadap anak-anak ini.(ca/bbc news)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL