tentara rusiaDonetsk, LiputanIslam.com — 7 orang tentara Ukraina tewas diserang oleh milisi Ukraina timur pro-Rusia di Provinsi Donetsk, yang bersama Provinsi Lugansk baru mengumumkan pemisahan dari Ukraina menyusul digelarnya referendum.

Menurut laporan kementrian pertahanan Ukraina, satu unit pasukan Ukraina yang tengah berpatroli diserang oleh sekitar 30 milisi bersenjata di dekat kota Kramatorsk, Selasa (13/5). Satu unit tank meledak setelah ditembak dengan roket. Laporan juga menyebutkan, seorang anggota milisi juga tewas dalam serangan tersebut.

Ini merupakan serangan paling mematikan yang dilakukan milisi pro-Rusia di wilayah Ukraina timur yang membangkang.

Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menuduh Rusia terlibat dalam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “telah melewati garis merah”.

Pada hari Senin (12/5) separatis pro-Rusia yang menyatakan pemisahan diri menyatakan seluruh personil militer Ukraina yang berada di Donetsk akan dianggap sebagai pasukan pendudukan.

Sementara itu di Lugansk, sebuah upaya pembunuhan terjadi atas pemimpin separatis yang ditunjuk sebagai gubernur setempat, Valery Bolotov. Menurut pernyataan pemerintahan Republik Rakyat Luhansk, Bolotov mengalami penembakan dan kehilangan banyak darah, namun nyawanya tidak dalam bahaya.

Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam kunjungannya di Kiev menyerukan pemerintah dan kelompok-kelompok separatis untuk berunding. Ia juga mendukung langkah pemerintah untuk menggelar dialog nasional yang digelar pemerintah hari Rabu ini (14/5).

Pemerintah Ukraina menyatakan bahwa dialog nasional akan dihadiri oleh para politisi dan pemuka masyarakat di wilayah Ukraina timur yang membangkang, namun kelompok-kelompok separatis bersenjata menolak menghadirinya.

Menlu Jerman juga mendukung pelaksanaan pemilihan presiden Ukraina tanggal 25 Mei mendatang yang disebutnya sebagai “krusial” demi menyelesaikan krisis Ukraina.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL