libya militantsBenghazi, LiputanIslam.com — Setidaknya tujuh tentara Libya tewas oleh serangan kelompok militan di dekat bandara Benina International Airport, Benghazi, Kamis (2/10). Selain itu lebih dari 50 lainnya mengalami luka-luka.

Menurut keterangan komandan pasukan khusus Libya, Wanis Bukhamada, sebagaimana dilaporkan Press TV, 2 bom mobil menghantam sebuah pos penjagaan militer di dekat bandara, menewaskan 3 tentara. Empat tentara lain dalam bentrokan bersenjata dengan kelompok militan Ansar al-Sharia di area yang sama.

Para pejabat lokal mengatakan tentara-tentara yang tewas dan terluka itu dibawa ke rumah sakit di kota al-Marj, 100 kilometer sebelah timur Benghazi. Sementara seorang pejabat rumah sakit menyebutkan korban tewas mencapai 12 orang.

Kelompok-kelompok militan dari Dewan Revolusi Shura yang termasuk kelompok Ansar al-Sharia, melancarkan serangan terhadap bandara Benina International Airport sejak hari Rabu (1/10) yang menjadi pangkalan terakhir militer Libya yang terlibat pertikaian sengit dengan kelompok-kelompok militan.

Sebelumnya kelompok-kelompok militan berhasil menguasai pangkalan-pangkalan militer di sekitar Benghazi yang loyal kepada Jendral Khalifa Haftar. Jendral Haftar melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap kelompok-kelompok militan di Benghazi beberapa waktu lalu dalam upaya “menegakkan stabilitas di Libya”.

Jendral Sagr al-Jerushi mengatakan pihaknya mengerahkan helikopter dan pesawat-pesawat tempur untuk menahan serangan kelompok-kelompok militan.

Otoritas Libya yang merupakan sekutu kelompok-kelompok militan, menuduh Jendral Haftar dan pasukannya mencoba melakukan kudeta.

Libya terperosok ke dalam kekacauan dan ketidakstabilan politik paska tersingkirnya kekuasaan Muammar Gaddafi tahun 2011 lalu. Sejak itu kelompok-kelompok bersenjata terlibat persaingan untuk merebut kekuasaan, sementara otoritas pemerintah tidak berdaya menindaknya.

Dalam perkembangan selanjutnya, terbentuk 2 kelompok utama militansi di Libya, yaitu kelompok-kelompok liberal-nasionalis yang didukung militer melawan kelompok-kelompok militan Islam.

Kelompok terakhir kini tengah berada di atas angin setelah berhasil merebut ibukota Tripoli dan kini tengah berusaha menghancurkan basis militer terkuat di Benghazi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL