kereta api amtraxWashington DC, LiputanIslam.com — Serangkaian kereta api penumpang Amtrak mengalami kecelakaan setelah keluar dari rel akibat rem blong di Philadelphia, Selasa malam (12/5) waktu setempat. Setidaknya tujuh orang tewas dan lebih dari 200 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa itu.

Berdasarkan catatan ‘kotak hitam’ yang dibongkar petugas diketahui kereta api mengalami rem blong sehingga melaju hingga kecepatan 170 km/jam di jalur yang kecepatan amannya hanyalah 80 km per-jam.

Masinis sudah berusaha menghentikan laju kereta dengan mengaktifkan rem darurat, namun laju kereta hanya berkurang
menjadi 160 km per-jam. Saat itulah kereta keluar dari relnya.

Jubir badan pengawas keselamatan transpsortasi AS Robert Sumwalt mengatakan kepada wartawan bahwa alat pengontrol kecepatan belum terpasang di jalur terjadinya kecelakaan itu.

“Jika saja sistem itu telah terpasang di bagian itu, kecelakaan ini tidak akan terjadi,” katanya.

Dari ketujuh korban tewas baru 3 orang yang berhasil diidentifikasi.

Kereta api Amtrak 188 yang mengalami kecelakaan itu melayani jalur Washington-New York. Akibat kecelakaan itu jalur KA paling sibuk di AS yang menghubungkan kota Philadelphia dan New York, mengalami hambatan.

Presiden Barack Obama menyatakan ‘terkejut’ dan ‘sangat sedih’ mendengar insiden ini.

Meski berhasil membawa AS menjadi negara industri yang kuat pada pertengahan abad 19, kereta api menjadi sarana transportasi yang seperti diabaikan oleh pemerintah AS.

Saat ini pun para legislator masih terus berdebat tentang masa depan Amtrax, perusahaan negara yang menjadi operator kereta-api penumpang AS, yang setiap tahunnya mengangkut puluhan juga penumpang. Demikian seperti dilaporkan BBC News.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL