Negev, LiputanIslam.com – Dua tentara, satu anak di bawah umur, dan tiga warga Israel lainnya telah didakwa terlibat dalam serangan “rasis” terhadap warga Palestina beretnis Arab dalam beberapa bulan terakhir. Demikian diumumkan oleh juru bicara polisi Israel, Luba Al-Samri,  yang dilansir kantor berita Mintpress pada Senin (24/4).

Enam tersangka tersebut berasal dari kota Beersheba di Negev, wilayah selatan Israel. Al-Samri mengatakan bahwa mereka ditangkap bulan April karena telah melakukan lima kali serangan sejak Desember 2016 hingga serangan 21 februari lalu.

Peralatan yang mereka gunakan untuk menyerang seperti pisau, tongkat, dan besi telah diamankan oleh polisi.

Al-Samri menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk mencegah orang-orang Yahudi dan Arab hidup berdampingan di Beersheba. Diduga, mereka diilhami oleh video-video yang diproduksi organisasi ekstrimis Lehava, terutama video yang menceritakan tentang penyelamatan seorang wanita Yahudi dari suami Arabnya. Bahkan, salah satu tersangka secara eksplisit menyatakan dukungannya atas organisasi tersebut dan ingin bergabung di dalamnya.

Selain itu, berdasarkan laporan dari kantor berita Jerusalem Post, mereka juga dituntut karena telah membakar mobil warga Arab-Israel dan menyerang warga Palestina yang beretnis Arab pada tanggal 4 Maret di Taman Enam Bersatu Beersheba.

Mintpress menyebutkan, “Ini adalah kasus yang jarang sekali terjadi di mana warga Israel didakwa karena telah melakukan kejahatan terhadap warga etnis Arab.” (AL/Mintpressnews)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL