Afghanistan Rape Trial-3Kabul, LiputanIslam.com — 5 orang warga Afghanistan dihukum gantung setelah dinyatakan terbukti melakukan pemerkosaan massal yang mengguncangkan masyarakat Afghanistan, di Herat, Agustus lalu.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, para terpidana itu digantung di penjara Pul-e-Charkhi di timur ibukota Kabul. Seorang terpidana lainnya juga dihukum gantung atas kejahatan lainnya.

Otoritas Afghanistan mengabaikan permintaan kelompok-kelompok HAM internasional untuk membatalkan hukuman dengan alasan proses pengadilan tidak berjalan adil.

BBC melaporkan, kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan relatif cukup banyak terjadi di Afghanistan, namun kasus ini mendapatkan perhatian luas dari publik Afghanistan dimana sebagian besar warga Afghanistan menuntut hukuman mati bagi para terdakwa.

“Putusan pengadilan telah diimplementasikan dan semua terpidana telah dieksekusi,” Kepala Kejaksaan Atta Mohammad Noori kepada media massa, Rabu (8/10).

Mantan Presiden Hamid Karzai menandatangani persetujuan hukuman mati kelima terpidana pada hari terakhirnya bertugas. Sedangkan presiden baru Ashraf Ghani, tidak memberikan keterangan tentang kasus ini.

Aksi pemerkosaan yang menghebohkan itu terjadi 23 Agustus di tempat wisata populer di distrik Paghman dekat Kabul, ketika para wanita dan keluarganya kembali dari pesta pernikahan keluarga mereka di Kabul.

Para pelaku, yang sebagian memakai seragam polisi dan bersenjata, mengikat para lelaki dan menyerat para wanita dan memperkosanya.

Namun meski mendapat dukungan rakyat Afghanistan yang marah atas aksi keji tersebut, hukuman mati itu justru dikecam oleh para aktifis HAM internasional yang menuduh proses pengadilan tidak berjalan adil, termasuk adanya penyiksaan dalam penyelidikan.

Dalam kasus itu kelima terpidana juga mendapat hukuman atas kasus perampokan bersenjata bersama 2 orang lainnya. Kedua orang lain yang tidak terlibat pemerkosaan, hanya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

BBC melaporkan, sejak tergulingnya regim Taliban dari kekusaan tahun 2001, ratusan orang telah dijatuhi dihukum mati karena kejahatan. Namun Karzai sendiri hanya menyetujui 30 dari hukuman mati itu.

Polisi kini tengah memburu seorang penjahat, Habib Istalifi, yang dijatuhi hukuman mati atas kejahatan-kejahatannya selama 10 tahun terakhir.

“Ia pimpinan kelompok penjahat besar yang terlibat dalam kasus-kasus penculikan dan perampokan bersenjata. Ia terlibat kasus-kasus pembunuhan pengemudi kendaraan,” kata Hashmat Stanekzai, jubir kepolisian Kabul kepada BBC.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL