feri terbakarAthena, LiputanIslam.com — Setidaknya 5 orang dinyatakan tewas dan 110 lainnya masih menunggu untuk dievakuasi dalam musiba terbakarnya kapal feri Italia di dekat Pulau Corfu, Yunani.

Sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Senin (29/12), kelima orang yang tewas berhasil diangkat dari laut setelah mencoba menyelamatkan diri dengan meninggalkan kapal. Sementara angin kencang dan asap tebal menghambat upaya penyelamatan.

Angkatan Laut Italia menyebutkan sebanyak 363 dari 478 orang di atas kapal telah berhasil dievakuasi.

Kebakaran diketahui berasal dari dek kendaraan bermotor hari Minggu, namun belum diketahui penyebabnya.

Jubir Satuan Pengawal Pantai Yunani, Nikos Lagadianos, mengatakan bahwa 4 mayat berhasil diangkat dari laut pada hari Senin (29/12), menyusul satu jenasah warga Yunani yang ditemukan hari Minggu bersma beberapa orang yang terluka.

Perahu penyelamat pertama berisi 49 penumpang berhasil tiba di pelabuhan Baru, Italia pada Senin pagi. Seorang penumpangnya yang berasal dari Turki mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah melihat sejumlah mayat.

“Saya melihat 4 orang tewas dengan mata saya sendiri,” katanya.

Otoritas penyidikan Italia mengumumkan, Senin (29/12), bahwa penyidikan resmi telah dilakukan atas insiden kebakaran itu. Mereka untuk berharap mengetahui apakah ada faktor kelalaian dalam kecelakaan itu.

Sementara itu pencarian tetap dilakukan hingga malam hari dengan para petugas menggunakan kacamata infra merah. Sekitar 100 orang bahkan berhasil diselamatkan pada Minggu malam. Petugas pengawal pantai menyebutkan.

Sebagian besar penumpang yang selamat dipindahkan ke beberapa kapal penyelamat, namun sebagian di antaranya diangkut langsung dengan helikopter ke rumah sakit. Tiga anak-anak dan seorang wanita hamil adalah di antara mereka yang dibawa langsung dengan helikopter untuk mendapatkan perawatan karena menderita “hypothermia”.

Wartawan BBC di kota pelabuhan Brindisi, Italia, melaporkan bahwa petugas kesehatan telah menunggu semalaman di rumah sakit untuk merawan penumpang yang selamat, namun angin kencang menghalani kapal penolong untuk merapat dan kemudian memilih pelabuhan lain untuk berlabuh.

“Ini adalah misi penyelamatan yang sangat rumit. Pemandangan sangat buruk dan kondisi cuaca sangat sulit, namun kami percaya diri karena ada banyak kapal berada di area kecelakaan,” kata Menteri Pelayaran Yunani Miltiadis Varvitsiotis kepada BBC.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL