Washington, LiputanIslam.com–Lima kantor berita besar di AS—New York Times, Washington Post, USA Today, Wall Street Journal dan New York Daily News—tidak merilis satupun tulisan yang mengecam serangan Donald Trump ke Suriah. Sebaliknya, kelima media ini merilis total 18 artikel opini, kolom, atau “analisis berita” yang memuji serangan ke Suriah atau mengkritik bahwa serangan tersebut tidak cukup keras.

Jurnalis Adam Johnson menuliskan daftar artikel-artikel tersebut kepada kantor berita Mintpressnews pada 10 April 2017. Inilah ke-18 tulisan itu:

New York Times

  • After the Missiles, We Need Smart Diplomacy on Syria (4/7/17)
  • Acting on Instinct, Trump Upends His Own Foreign Policy (4/7/17) (awalnya diberi judul “On Syria Attack, Trump’s Heart Came First”)
  • Trump Raises the Stakes for Russia and Iran (4/7/17)
  • Syria’s ‘Conundrum’: Limited Strikes Risk Entrenching Assad’s Strategy (4/7/17)

 

Washington Post

  • Editorial: Trump’s Chance to Step Into the Global Leadership Vacuum (4/7/17)
  • Trump Enforces the ‘Red Line’ on Chemical Weapons (4/6/17)
  • Trump Has an Opportunity to Right Obama’s Wrongs in Syria (4/6/17)
  • Syrian Opposition Leader: Trump Has a Chance to Save Syria (4/7/17)
  • Was Trump’s Syria Strike a Moral Impulse or a Policy Change? (4/7/17)
  • Will Trump’s Decision to Strike Syria Reset His Presidency? (4/7/17)
  • Trump Might Be Going to War. But He Has No Plans for Establishing Peace (4/7/17) (Meski artikel ini mengkritik Trump, dia tetap menyatakan bahwa serangan AS adalah “respon yang sesuai atas horor [senjata kimia di Suriah].”)

 

Wall Street Journal

  • Editorial: Trump’s Syria Opportunity (4/7/17)
  • With Strike on Syria, Trump Sends a Global Message (4/7/17)

 

USA Today

  • Editorial: Trump Pulls the Trigger in Syria (4/7/17)
  • Syria Missile Strike Could Lead to Political Solution (4/7/17)

 

Daily News

  • Praise Trump’s Syria Action, but Question His Explanation (4/7/17)
  • Trump’s Syria Response Raises Urgent Questions (4/7/17)
  • Trump’s Syria Action: A Limited Strike for a Specific Purpose (4/7/17)

 

Beberapa artikel seperti “The Riddle of Trump’s Syria Attack” (New York Times, 4/7/17) dan “Was That Syria Attack Legal? Only Congress Can Say” (USA Today, 4/7/17) bisa dinilai netral— tidak terang-terangan mendukung atau menolak serangan ke Suriah.

Kantor berita kabel seperti MSNBC juga mengeluarkan pemberitaan yang tak objektif. Beberapa jam setelah militer AS menyerang Suriah, reporter MSNBC berkali-kali menyatakan tanpa sikap kritis bahwa serangan tersebut “proporsional” atau “kurang keras.” Host MSNBC Brian Williams juga terang-terangan memuji sebuah video yang memperlihatkan misil-misil tomahawk diluncurkan oleh Angkatan Laut AS.

“Kita bisa melihat foto-foto cantik ini dari geladak kapal Angkatan Laut AS di Mediterania timur,” ucap Williams dalam sesi pemberitaan MSNBC. “Saya tergerak oleh keindahan senjata-senjata kita.”

Host CNN, Fareed Zakaria, dalam pemberitaannya mengatakan kepada rekan host-nya Alisyn Camerota bahwa “saya pikir Donald Trump layak menjadi presiden Amerika Serikat… Ini adalah sebuah momen yang besar.”

Pemerintah provinsi Homs, Suriah, menyatakan bahwa serangan AS ke pangakalan udara Shayrat telah membunuh 14 orang termasuk 9 penduduk sipil, dan melukai 13 perempuan dan anak-anak di dekat perumahan Shayrat. Sementara kantor berita Suriah SANA melaporkan bahwa misil AS juga membentur desa Al-Hamrat, dan membunuh 4 penduduk sipil termasuk seorang anak kecil. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL