Caracas, LiputanIslam.com—Jurnalis dan aktivis dari Amerika, Kei Pritsker, memaparkan alasan-alasan di balik upaya kudeta besar di Venezuela dalam sebuah video produksi MintPress News dan Grayzone.

Dalam video tersebut, jurnalis yang berfokus pada isu-isu politik dan ekonomi internasional itu menyebutkan bahwa semua kepentingan di balik upaya penggulingan rezim di negara sosialis itu pada akhirnya berujung ke satu hal: uang dan profit.

Berikut itu lima kelompok dan institusi yang mencari keuntungan di balik kudeta Venezuela seperti dipaparkan oleh Pritsker.

1: The International Monetary Fund (IMF), yang ingin mengikat rakyat Venezuela dengan utang

Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, pernah menyatakan bahwa ia akan meminjam uang dari IMF untuk mendanai pemerintahannya. Guaido menghabiskan uang, sementara rakyat miskin yang akan bekerja untuk membayar pajak untuk mengganti utang dan bunganya.

IMF didirikan di New Hampshire pada tahun 1945 untuk menginternasionalkan dan menstandarisasi aturan-aturan kapitalisme di dunia. Fungsi utama lembaga ini adalah dengan memberi pinjaman. Negara-negara anggota IMF memutuskan negara mana yang akan menerima pinjaman, tetapi negara-negara anggota yang paling berkuasalah yang mendapat keuntungan terbesar dari hasil pinjaman IMF, dan mereka adalah Amerika Serikat dan sekutunya.

Sebagai imbalan atas pinjaman itu, IMF akan merombak kebijakan protektif di suatu negara agar cocok dengan kebijakan neoliberal.

 

2: Industri Minyak yang Ingin Menguasai Sumber-Sumber Minyak

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia dan Washington tidak akan membiarkan kekayaan itu tidak dieksploitasi, atau lebih buruk lagi, diambil oleh musuh-musuh mereka yaitu pemerintah Venezuela sendiri, Rusia, Cina, atau Iran.

Dengan banyaknya politisi Amerika yang bersekongkol dengan perusahaan-perusahaan seperti ExxonMobil, Koch Industries, dan Chevron, hampir mustahil membayangkan AS akan membiarkan pemerintah Venezuela mempertahankan kepemilikan atas sumber daya alamnya sendiri.

 

3: Industri Militer

Salah satu hal paling aneh tentang Amerika adalah bahwa mereka menciptakan industri swasta terbesar di dunia seputar perdagangan senjata. Perusahaan swasta seringkali melobi Kongres AS agar mau memberikan bantuan seperti subsidi, atau dalam kasus industri militer, mereka meminta bantuan dalam bentuk kebijakan perang di luar negeri, dengan alasan yang sulit dipahami seperti memerangi terorisme atau mempertahankan demokrasi.

Anda bisa perhatikan bahwa ke mana pun AS pergi, ada proyek konstruksi yang mahal ikut di belakangnya. Di balik setiap konstruksi multi-miliar dolar, ada sejumlah perusahaan swasta yang menuai untung.

Begitu militer AS hadir di suatu negara, penjualan senjata dimulai. Selain itu, kita semua tahu bahwa tidak ada negara sekutu AS yang berperang tanpa alat-alat militer seperti Lockheed Martin F-16.

 

4: LSM “Kemanusiaan”

Sejumlah LSM yang mempromosikan demokrasi ala Amerika memainkan peran besar dalam operasi penggulingan rezim dalam beberapa tahun terakhir. Mereka berfungsi sebagai lembaga soft-power yang berupaya mempengaruhi pendapat rakyat suatu negara terhadap pemerintah mereka sendiri lewat propaganda yang dibumbui kata-kata seperti kebebasan, demokrasi, dan HAM.

LSM-LSM ini diberi restu penuh oleh pemerintah AS dan keduanya sering bekerja bersama-sama. Mantan pejabat CIA, Phillip Agee, pernah mengungkapkan bahwa lembaga USAID dan NED pernah mendanai kelompok-kelompok oposisi di Nikaragua, Venezuela selama kudeta tahun 2002, Haiti, Ukraina, dan yang terbaru, China dan Korea Utara.

Thor Halvorssen, sepupu dari Leopoldo Lopez yaitu pendiri partai oposisi Venezuela, menyebut dirinya seorang aktivis HAM. Dia mendirikan Yayasan Hak Asasi Manusia (HRF) dan mencari uang dengan menyampaikan pidato dan tampil di TV berbicara tentang mengapa pemerintah Venezuela atau Korea Utara harus digulingkan.

Dan ternyata, HRF didanai oleh Sarah Scaife Foundation yang juga didanai badan think tank neokonservatif seperti American Enterprise Institute dan Heritage Foundation.

Krisis di Venezuela telah menjadi hadiah besar bagi orang-orang seperti Halvorssen, yang memanfaatkan perang AS terhadap Venezuela untuk mempromosikan diri dan organisasi mereka.

 

5: Badan Think Tank yang Menjual Laporan

Seperti LSM, lembaga think tank juga memainkan peran penting dalam menggulingkan sebuah pemerintahan, yaitu dengan memberikan legitimasi intelektual. Lembaga think tank mengandalkan sumbangan untuk beroperasi yang biasanya berasal dari kalangan kapitalis. Kalangan kapitalis membayar lembaga think tank untuk membuat laporan yang bisa menjustifikasi kepentingan mereka.

Salah satu lembaga think tank yang sangat terlibat dalam penggulingan pemerintah Venezuela adalah Cato Institute. Pada 2008, Cato memberikan penghargaan Milton Friedman Prize for Advancing Liberty dan uang $ 500.000 kepada pemimpin oposisi Venezuela, Yon Goicoechea, karena berhasil merusak referendum konstitusi di Venezuela. Uang itu ternyata digunakan untuk membiayai kebangkitan politik Juan Guaido.

Ketika AS terus menyerang pemerintah Maduro, ingatlah hal ini. Pikirkan tentang siapa yang menjadi kaya dari agenda perubahan rezim. Mereka adalah orang-orang yang sama yang mendorong invasi Irak, Libya, dan Suriah.

Sekarang, mereka berusaha membuat kita mendukung perang di Venezuela. Anda tidak akan menjadi lebih bebas atau lebih makmur setelah pemerintahan Maduro digulingkan. Itu semua hanya propaganda perang. (ra/mintpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*