Venezuela's President Nicolas Maduro (C) waves a Venezuelan flag during a rally to commemorate the 26th anniversary of the social uprising known as 'Caracazo', which Venezuela's late President Hugo Chavez said marked the start of his revolutionCaracas, LiputanIslam.com — Lebih dari 5 juta warga Venezuela menandatangani petisi penolakan campur tangan AS di Venezuela. Petisi juga menuntut Presiden AS Barack Obama mencabut perintah yang menyebutkan Venezuela sebagai ancaman serius.

“Kami telah mengumpulkan lebih dari 5 juta penandatangan dan kami ingin mengajak seluruh warga Venezuela untuk terus mencapai 10 juta,” kata Jorge Rodriguez, Walikota Caracas yang menjadi inisiator petisi tersebut kepada televisi Venezolana de Television seperti dilaporkan Russia Today.

Selama seminggu terakhir plaza-plaza dan kantor-kantor pemerintah membuka pintu bagi penandatanganan petisi anti-AS itu.

“Tujuan kami adalah mengirimkan petisi berikut tanda tangan-tanda tangannya kepada Presiden AS, Barack Obama, sebagai bukti nyata bahwa rakyat Venezuela menolak campur tangan yang kasar atas urusan internal kami,” Rodriguez menambahkan.

Sementara itu Presiden Nicolas Maduro yang memasang target 10 juta penandatangan petisi, atau sepertiga dari seluruh penduduk Venezuela sebelum berlangsungnya KTT Amerika di Panama tanggal 10-11 April, juga menyerukan rakyat Venezuela untuk menandatangani petisi.

“Mari kita teruskan perjuangan mendukung tanah air. Tandatangan-tandatangan tengah dikumpulkan di lapangan-lapangan dan dari pintu ke pintu. Kita telah mengumpulkan lebih dari 5 juta dan kita akan melanjutkan hingga 10 juta tanda tangan,” kata Maduro di akun resminya di Twitter.

Beberapa waktu lalu di bulan ini, Barack Obama menandatangani keputusan presiden (executive order) pemberian sanksi-sanksi baru kepada Venezuela dan menyatakan negara itu sebagai ancaman luar biasa bagi keamanan AS.

Tujun entitas individu terkena sanksi baru AS tersebut atas tuduhan korupsi dan pelanggaran HAM. Sebagai responnya, parlemen Venezuela memberikan mandat kepada presiden untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas negara melawan ancaman imperalis AS.

Perlawanan yang ditunjukkan Maduro atas hegemoni AS mendapat dukungan luas di antara para pemimpin Amerika Selatan. Presiden Ekuador, Rafael Correa, juga turut menandatangani petisi dengan menuliskan bahwa “Venezuala bukan ancaman!”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*