erdoganWashington DC, LiputanIslam.com — Hubungan kurang harmonis AS dan Turki, terkait dengan krisis Suriah, tidak lagi bisa disembunyikan setelah Presiden AS Barack Obama menolak bertemu dengan Presiden Turki Reccep Erdogan yang tengah melakukan lawatan ke AS. Meski demikian ia tetap diterima hangat oleh beberapa tokoh dan lembaga yang dikenal dekat dengan Israel.

Seperti dilaporkan Sputnik News, kemarin (31/3), meski gagal bertemu Obama, Turki disambut hangat oleh sejumlah lembaga kajian AS. Ia juga akan bertemu muka dengan Wapres Joe Biden dan untuk tidak terlalu mempermalukan Erdogan, ia diberi kesempatan bertemu sebentar dengan Obama untuk melakukan ‘perbincangan informal’.

Erdogan datang ke AS untuk menghadiri KTT Nuklir minggu ini. Pertemuan resmi Erdogan dengan Obama terjadi November 2015 lalu dalam pertemuan G-20 di Turki.

“Tidak adanya pertemuan diplomatik resmi dianggap sebagai tanda hubungan yang buruk antara Turki dan AS, yang dipicu oleh perselisihan atas status orang-orang Kurdi serta gaya pemerintahan Erdogan yang tiranis,” tulis Sputnik News.

Dalam acara makan malam di Hotel St. Regis Hotel, Selasa (29/3), Erdogan mengungkapkan kekecewaannya pada pemerintah AS karena dukungannya pada kelompok Kurdi yang oleh Turki dianggap sebagai teroris, namun AS menganggapnya sekutu terpercaya untuk memerangi kelompok ISIS.

“Ia (Erdogan) terus-menerus menyebut masalah ini: teroris adalah teroris, tidak ada hal lain yang menarik,” kata seorang hadirin pertemuan itu kepada ‘Foreign Policy Magazine’.

“Ia (Erdogan) telah melempar Obama ke luar bus,” tambahnya, seperti dikutip Sputnik News.

Dalam kunjungan itu Erdogan juga akan bertemu sejumlah tokoh yahudi dan menghadiri pertemuan yang digelar Brookings Institution, lembaga kajian yang dikenal sangat pro-Israel. Demikian laporan itu menyebutkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL