Washington, LiputanIslam.com–Jurnalis dan pembuat film dokumenter papan atas Amerika, Michael Moore, menulis dalam website pribadinya bahwa kandidat presiden AS, Donald Trump, akan menang. Ia mengemukakan lima alasan untuk prediksinya itu.

Moore sebelumnya telah memprediksikan bahwa Donald Trump akan terpilih sebagai kandidat Partai Republik, dan prediksinya ini terbukti tepat.

Moore menyatakan bahwa dirinya akan memilih Hillary, namun Trump yang disebutnya “orang bangsat, berbahaya, dan sosiopat ini” kemungkinan besar akan menang dalam pemilu.

More menulis, “Saya bisa lihat apa yang Anda lakukan sekarang. Anda menggeleng-geleng kepala dan berkata, ‘Tidak, Mike, ini takkan terjadi!’  Sayangnya, Anda berada di lingkungan di mana Anda dan teman-teman Anda yakin bahwa masyarakat Amerika tidak akan memilih seorang idiot sebagai presiden. Anda bebas tertawa kepadanya [Trump] atas pernyataan gilanya atau sikap narsisnya. Lalu Anda memperhatikan Hillary, presiden wanita pertama kita, seseorang yang akan dihormati oleh dunia, seseorang yang pintar dan peduli dengan anak-anak, seseorang yang akan melanjutkan legasi Obama karena itulah yang diinginkan rakyat Amerika!

Namun Anda harus lepas dari lingkungan itu. Anda harus berhenti menolak kenyataan dan menenangkan diri dengan fakta– “77% pemilih adalah perempuan, orang dengan kulit berwarna, orang dewasa di bawah 35 dan Trump tidak bisa memenangkan mayoritas mereka!”

Anda berpikir seperti itu disebabkan otak Anda mencoba melindungi diri dari trauma. Sama seperti ketika Anda mendengar suara berisi di jalanan dan Anda berpikir, “oh, ada ban meledak,” atau, “wow, siapa yang bermain petasan?” –Anda tidak mau berpikir bahwa Anda mendengar seseorang mati ditembak pistol.

Kita tidak bisa menerima banyak berita buruk. Jadi kondisi kejiwaan kita tidak berada di tempatnya ketika sesuatu yang mengerikan terjadi.

Jika Anda percaya Hillary Clinton akan mengalahkan Trump atas dasar fakta, kepintaran, dan logika, maka Anda pastinya lupa ketika tahun lalu 16 kandidat dari Partai Republik  mencoba menggagalkan Trump, namun tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatannya.”

Berikut ini 5 alasan mengapa Trump yang dikemukakan Moore:

1. Negara bagian Michigan kemungkinan besar akan memilih Trump karena sebagian besar mereka pro-Partai Republik.  Mungkin karena Trump mengangkat isu ekonomi nasional (dukungan pada produk lokal), sementara Clinton mendukung globalisasi ekonomi (NAFTA, TPP) yang telah menghancurkan industri di Upper Midwest. Trump bahkan sudah mengancam Ford Motor yang berencana menutup pabrik di AS dan memindahkan ke Mexico, ia kan menetapkan pajak 35% untuk mobil produk Mexico yang diekspor ke AS. Ia juga mengancam Apple agar menutup pabriknya di China dan memindahkannya ke AS. Dalam pemilu 2012, kandidat Partai Republik, Mitt Romney, kalah di  64 electoral. Kemungkinan kelas pekerja di Michigan, Ohio, Pennsylvania dan Wisconsin memilih Trump, jumlahnya 64 elektoral. Negara-negara bagian “merah” mulai dari Idaho hingga Georgia yang masih memegang nilai tradisi tidak akan memilih Hillary Clinton

2. Kaum pria merasa terancam oleh naiknya seorang perempuan. Pria telah mendominasi AS selama 240 tahun dan mereka sangat takut dominasi ini akan berakhir. “Seorang wanita akan berkuasa! Bagaimana hal ini terjadi?! Sudah ada tanda-tanda tepat di depan kita, tapi kita tak memedulikannya. Perempuan telah berdeklarasi bahwa dominasi kita telah berakhir!”, demikian yang ada di pikiran mereka.

3. Hillary mendukung Perang Irak. Inilah masalah terbesar kita [warga AS], masalah terbesar ada pada Hillary, bukan Trump. Dia adalah sosok yang tidak populer— hampir 70% pemilih menyatakan bahwa dia tidak dapat dipercaya dan tidak jujur. Dia merepresentasikan cara politik lama, yaitu hanya memikirkan bagaimana caranya agar Anda mau memilih dia. Itulah mengapa dulu Hillary menolak pernikahan sesama jenis, namun kini ia mendukung. Tidak ada pendukung Demokrat yang akan memilihnya dengan antusias pada 8 November nanti, seantusias saat mereka memilih Obama atau Bernie.

4. Bernie Sanders [kandidat dari Partai Demokrat, pesaing Hillary, namun akhirnya tersingkir] memiliki pendukung yang ‘depresi’. Mereka mungkin akan memilih Hillary, tetapi mereka tidak pernah mempromosikan Hillary kepada lingkungannya dan tidak menjelaskan dengan antusias mengapa mereka memilih Hillary. Sebagian mereka akan memilih partai ketiga, tapi banyak dari mereka yang hanya diam di rumah.

5. Ada jutaan rakyat AS yang marah terhadap sistem politik Amerika sehingga mereka akan memilih Trump. Mereka memilih dia bukan karena mereka setuju pada Trump, namun karena mereka sangat kesal terhadap sistem politik yag buruk. Mereka sengaja memilihnya sebagai sebuah candaan. Ingat dulu tahun ’90 an ketika rakyat Minnesota memilih seorang penggulat profesional bernama Jesse Ventura sebagai pemimpin mereka? Mereka tidak melakukan itu karena mereka bodoh atau berpikir Jesse Ventura adalah seorang intelektual politik. Mereka memilihnya karena mereka bisa. Minnesota  adalah salah satu kawasan dengan penduduk paling pintar. Penduduknya memilihi rasa humor yang gelap— dan memilih Ventura adalah versi mereka dalam mempraktikkan candaan baik dalam sistem politik yang memuakkan. Hal ini akan terjadi lagi dengan Trump. (ra/michaelmoore.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL