Caracas, LiputanIslam.com – Dalam wawancaranya dengan press televisi, Jum’at (14/3), kemarin, Presiden maduroVenezuela Nicolas Maduro menuduh pemerintah Amerika Serikat mencoba melengserkannya, hal ini terlihat dari seruan parlemen Amerika yang ingin mendanai kelompok oposisi di Venezuela. Maduro memperingatkan bahwa hal itu akan membawa konsekuensi “mengerikan” bagi seluruh Amerika Latin.

Dalam wawancara tersebut Maduro juga menjelaskan bahwa beberapa politisi Amerika berusaha untuk mempengaruhi Presiden AS Barack Obama guna membawa Washington membuat kebijakan ekstrim melawan Caracas. Pernyataannya ini menyusul pernyataan ketua kejaksaan Venezuela yang menuduh Washington berusaha menyalakan api kekacauana di negara Amerika Selatan tersebut.

Berbicara di sela-sela Pertemuan Dewan HAM PBB pada Jum’at lalu (14/3) di Genewa, Louis Ortega Diaz mengecam Amerika karena berencana mendanai kelompok anti-pemerintah yang telah melakukan kekerasan di negara itu.

“Tak diragukan lagi, bahwa kucuran dana itu adalah untuk mendanai aksi-aksi kekerasan di Venezuela,” ungkap Ortega Diaz sambil memperingatkan siapa saja yang menerima dana bantuan asing akan dituntut.

Pernyataan Ortega ini dikeluarkan menyusul  tindakan Amerika yang meuntut pemberian sangsi pada pejabat-pejabat Venezuela karena menindak para pendemo. Pada hari Kamis (13/3) Senat Amerika mengajukan RUU bipartisan guna mendesak Obama  menargetkan pejabat-pejabat Venezuela yang menurut mereka terlibat dalam kekerasan di negeri tersebut. Di dalam RUU itu juga disebutkan tambahan dana 15 juta dolar untuk menolong oposisi Venezuela.

Venezuela telah diguncang gelombang unjuk rasa sejak awal Februari. Setidaknya 28 orang telah tewas semenjak kerusuhan terjadi. Maduro menuduh AS mendukung oposisi untuk melancarkan kudeta di Venezuela.(lb/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*