konflik ukrainaKiev, LiputanIslam.com — Setidaknya 45 pasukan Ukraina dan 11 pemberontak separatis tewas dalam pertempuran yang terjadi dalam sehari semalam.

Sebagaimana dilansir Press TV, Senin (9/2), wakil panglima pasukan separatis Donetsk People’s Republic Eduard Basurin, mengklaim berhasil menewaskan 45 pasukan Ukraina selama pertempuran 24 jam hingga hari Minggu (8/2).

Ia juga mengklaim pasukannya berhasil menghancurkan 8 tank dan merampas 3 tank musuh. Selain itu 9 unit artileri dan 11 kendaraan militer juga berhasil direbut.

Di sisi lain ia mengaku pasukan Ukraina terus melancarkan serangan artileri ke wilayah Donetsk dengan roket Grad dan Smerch.

Pertempuran di Ukraina timur kembali menghebat setelah seperatis berhasil mengusir pasukan Ukraina dari bandara internasional Donetsk yang sudah hancur namun memiliki arti simbolis yang penting. Kedua pasukan kini terlibat pertempuran sengit di kota Debaltseve yang masih dikuasai pasukan Ukraina.

Upaya Gencatan Senjata

Sementara itu pemimpin Rusia, Ukraina, Jerman dan Perancis kembali akan bertemu di ibukota Belarusia, Minsk, Rabu (11/2) untuk membicarakan gencatan senjata dan perdamaian di Ukraina.

Ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan telepon keempat pemimpin pada hari Minggu (8/2). Demikian BBC News melaporkan.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Francois Hollande memegang inisiatif dalam upaya perdamaian ini dengan melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia akhir pekan lalu.

Pada tanggal 5 September 2014, delegasi dari Ukraina, Rusia, dan separatis Ukraina telah menyepakati gencatan senjata. Namun perjanjian itu mentah kembali setelah kedua pihak yang bertikai saling melakukan pelanggaran.

Sampai saat ini lebih dari 5.000 orang tewas selama konflik di Ukraina timur, sementara lebih dari sejuta orang lainnya terusir dari tempat tinggalnya. Ukriana dan negara-negara barat menuduh Rusia terlibat langsung dalam konflik tersebut dengan mengerahkan ribuan pasukan regulernya. Rusia membantah dan balik menuduh Ukraina tidak memiliki inisiatif untuk berdamai, sementara negara-negara barat dituduhnya telah memicu pertikaian dengan dukungannya terhadap operasi militer Ukraina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL