warga Irlandia berbaring di jalan dalam aksi demo pro-Palestina

warga Irlandia berbaring di jalan dalam aksi demo pro-Palestina

Dublin, LiputanIslam.com–Diperkirakan 45 ribu orang di berbagai kota di Eropa turun ke jalan untuk memprotes Israel dan menyerukan diakhirinya kekerasan di Gaza. Aksi demo itu diadakan pada 17 Mei dalam rangka mengenang Al Nakba atau ‘Hari Malapetaka’, yaitu hari dideklarasikannya Israel di atas tanah milih bangsa Palestina. Deklarasi Israel terjadi pada 14 Mei 1948, setelah milisi Zionis melakukan pengusiran dan pembunuhan di kawasan yang kemudian mereka klaim sebagai wilayah Israel.

Di Dublin, massa sejumlah 3000 orang berbaris dari Spire di O ‘Connell Street hingga ke kedutaan Israel. Demonstrasi diadakan di lebih dari 16 lokasi di seluruh negeri termasuk Derry, Limerick, Cork, dan Waterford.

Freda Hughes, juru bicara Solidaritas Irlandia untuk Palestina yang mengkoordinasi aksi protes ini, mengatakan keputusan Irlandia untuk abstsain dari suara PBB untuk menyelidiki tuduhan kejahatan perang Israel di Gaza adalah “memalukan”.

“Ini adalah perang terhadap seluruh rakyat Gaza; laki-laki, perempuan, anak-anak, rumah sakit, sekolah dan lingkungan,” kata Hughes, sebagaimana diberitakan situs institutomanquehue.org.

Protes serupa bergema di seluruh Eropa dengan diikuti lebih dari 45.000 orang. Di Paris, aksi demo berujung ricuh karena ratusan demonstran bentrok dengan polisi. Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve memperingatkan penyelenggara aksi bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas bentrokan ini karena telah mengabaikan larangan  dari pemerintah.


Beberapa pengunjuk rasa, LSM dan bahkan berkuasa politisi Sosialis telah mengkritik larangan demonstrasi sebagai kontra-produktif.
Otoritas Perancis telah menolak untuk mengizinkan aksi pro-Palestina dengan alasan mengkhawatirkan adanya kekerasan. Minimalnya, ada 40 demonstran yang ditahan polisi.

Cazeneuve mencatat bahwa selama dua minggu terakhir, lima dari 300 aksi protes seperti ini telah dilarang. Beberapa pengunjuk rasa, LSM dan bahkan berkuasa politisi Sosialis telah mengkritik larangan demonstrasi ini dan menyebutnya kontra-produktif.  Penyelenggara aksi juga membantah tuduhan anti-Semitisme.

“Tujuan kami bukan untuk menyerang orang-orang Yahudi, ini adalah untuk mengutuk kebijakan dari pemerintah,” kata Tarek Ben Hiba, seorang politisi lokal dan pimpinan salah satu dari 20 asosiasi yang mengorganisir protes.

Para pengunjuk rasa terlihat mengibarkan bendera Palestina, meneriakkan “Kita semua warga Palestina” dan membawa spanduk bertuliskan: “Zionis, teroris”.

Sementara itu, aksi demo di kota pelabuhan Mediterania dari Marseilles diikuti sekitar 2.000 orang yang berbaris dengan dama. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL