perang narkoba mexicoMexico City, LiputanIslam.com — Setidaknya 43 orang meninggal dalam tembak-menembak antara kelompok sipil bersenjata dengan aparat keamanan di sebelah barat Mexico. Seorang di antara korban tewas adalah seorang polisi.

Kantor berita Iran Press TV melansir, Sabtu (23/5), tembak-menembak terjadi di kota Tanhuato di negara bagian Michoacan, hari Jumat (22/5).

Gubernur Michoacan, Salvador Jara, mengatakan kepada wartawan bahwa bentrokan terjadi ketika aparat keamanan menghentikan sebuah kendaraan yang mencurigakan. Tanpa diduga orang-orang di dalam kendaraan itu melakukan tembakan ke arah polisi.

Ia menuduh kelompok geng obat-obatan Jalisco New Generation terlibat dalam tembak-menembak itu. Namun ia tidak memastikan jumlah korban yang tewas. Polisi kini tengah menyelidiki insiden maut ini, termasuk mencari identitas orang-orang yang terbunuh itu.

“Mereka yang terlibat berjumlah banyak,” kata Jara.

Menurut polisi, aparat keamanan mengejar kelompok tersebut hingga ke sebuah peternakan dimana tembak-menembak berlanjut. Sekitar 500 polisi dan tentara terlibat dalam tembak-menembak.

Wilayah antara negara bagian Michoacan dan Jalisco merupakan wilayah operasi genk Jalisco New Generation, yang sebelumnya telah terlibat dalam aksi-aksi serangan terhadap aparat keamanan dalam beberapa minggu terakhir. Akibat aksi-aksi mereka, lebih dari 20 aparat keamanan tewas sejak bulan Maret lalu.

Pemerintah hingga militer Mexico telah terlibat perang melawan kelompok-kelompok pengedar narkoba sejak awal tahun 2000-an. Puluhan ribu orang telah tewas akibat ‘perang narkoba’ tersebut sampai saat ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL