kekerasan filipinaManila, LiputanIslam.com — Puluhan orang termasuk 37 polisi tewas dalam bentrokan bersenjata antara aparat keamanan dengan pemberontak gerakan Moro Islamic Liberation Front (MILF) di Filipina Selatan, Minggu (25/1).

Para pejabat keamanan mengatakan setidaknya 37 polisi dan 6 anggota kelompok MILF tewas dalam bentrokan tersebut yang berlangsung di dekat kota Mamasapano, Pulau Mindanao. Sejumlah polisi dan anggota MILF juga terluka dalam bentrokan itu. Demikian seperti dilaporkan Press TV, Senin (26/1).

Menurut para pejabat bentrokan terjadi setelah aparat keamanan berusaha menangkap 2 komandan MILF di kota yang berjarak 960 kilometer di selatan ibukota Manila.

Sebelumnya pemerintah Filipina telah menyediakan hadiah senilai $5 juta atau lebih dari Rp60 miliar atas penangkapan Zulkifli bin Hir dan Basit Usman. Dalam operasi penangkapan itu keduanya berhasil melarikan diri.

Tahun lalu pemerintah Filipina dan MILF telah menandatangani perjanjian perdamaian, mengakhiri pertempuran yang berlangsung selama 17 tahun. Namun hal itu tidak menghentikan terjadiknya aksi-aksi kekerasan.

Kelompok MILF dan kelompok lainnya yang dipimpin oleh Abu Sayyaf dianggap bertanggungjawab atas sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di Filipina, termasuk pemboman terhadap kapal feri yang menewaskan 100 orang tahun 2004. Kelompok-kelompok itu berjuang untuk membentuk pemerintahan yang merdeka di wilayah Filipina Selatan yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*