suriahDamaskus, LiputanIslam.com—Minimalnya empat warga sipil tewas dan lusinan lainnya terluka dalam sejumlah serangan mortir yang dilakukan oleh kelompok teroris yang didukung kekuatan asing di Suriah.
Dua serangan mortir terjadi di wilayah al-Zablatani, Damaskus, menewaskan 3 warga dan melukai 11 orang lainnya hari Sabtu (24/1).

Satu warga sipil lainnya terbunuh dan beberapa lainnya terluka ketika sebuah roket meledak di desa di Provinsi Homs. Menurut sumber di Homs, roket itu diluncurkan oleh teroris yang berbasis di desa Tal Dahab dan desa Kafar Laha.

Konflik Suriah telah berlangsung sejak Maret 2011. Kekuatan Barat dan sekutu mereka, terutama Qatar, Saudi Arabia, dan Turki, menjadi pendukung kaum militan yang beroperasi di Suriah.

Menurut pengamat politik Dirk Adriaenses keberadaan teroris (ISIS) telah memberikan pretext atau alasan perang yang tak berkesudahan di wilayah itu. Adriaensens menyebut perkembangan terakhir sebagai argumennya, yaitu pengiriman 100 tentara AS ke Timur Tengah baru-baru ini.

Menurut Pentagon, operasi khusus pengiriman tentara ini adalah untuk mendirikan pusat pelatihan bagi kelompok oposisi Suriah yang akan melawan ISIS. Pentagon juga menyatakan akan mengirim 1000 jihadis “moderat” untuk bertempur melawan ISIS.

“Ini benar-benar gurauan,” kata Adriaensens seperti dikutip PressTV, mengingat media beberapa waktu lalu justru memberitakan adanya 3000 ‘jihadis moderat’ yang bergabung bersama ISIS.
Para jihad pembelot itu membawa serta senjata, uang tunai dan peralatan yang diberikan oleh Arab Saudi, Qatar, Amerika Serikat, dan Inggris. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*