milisi ukrainaDonetsk, LiputanIslam.com — 4 orang warga negara Perancis diketahui telah bergabung dengan kelompok separatis Ukraina. Demikian laporan kantor berita Rusia RIA Novosti.

Mengutip pernyataan seorang dari warga Perancis itu, RIA melaporkan bahwa ke-empatnya bergabung dengan kelompok Donetsk People’s Republic minggu ini. Kepada RIA, Kamis (21/8), seorang di antara warga Perancis itu mengatakan:

“Ada empat orang di antara kami: saya, Michelle, Victor dan Nicolas besides. Kami sukarelawan Perancis ‘volontaires’, atau bisa disebut juga ‘precurseurs’. Dalam kata lain kami adalah pelopor. Masih ada kelompok lain selain kami yang tengah bersiap pergi ke Ukraina, atau tengah dalam perjalanan,” kata Guillaume.

Guillaume mengakui mendengar kelompok sukarelawan lain dari Spanyol yang bergabung dengan pemberontak. Namun ia belum pernah bertemu dengan mereka.

Ancam Tembak Jatuh Drone OSCE

Sementara itu kelompok pemberontak Donetsk People’s Republic, hari Kamis (21/8) mengancam akan menembak jatuh pesawat tanpa awak milik organisasi keamanan dan kerjasama Eropa (OSCE) yang menurut rencana akan dikerahkan untuk memantau perkembangan di wilayah konflik.

“Kementrian pertahanan Donetsk People’s Republic berhak untuk menghancurkan pesawat tanpa awak tersebut,” tulis kelompok tersebut dalam situs resmi kelompok tersebut.

Sebelumnya tim misi pengawas OSCE di Ukraina mengatakan akan mendapatkan pesawat-pesawat tanpa awak dalama 6-10 minggu. Rusia sendiri, melalui Menlu Sergei Lavrov dikabarkan telah mendukung pengerahan pesawat-pesawat tanpa awak untuk memantau wilayah konflik terutama sekitar perbatasan Rusian-Ukraina.

Pemberontak mengklaim bahwa pengerahan pesawat-pesawat tanpa awak itu hanya akan menguntungkan militer Ukraina yang kemungkinan akan bisa membajak pesawat-pesawat itu dan mengambil data yang dikumpulkannya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL