kuburan massal thailand 2Bangkok, LiputanIslam.com — Tiga warga negara Thailand dan seorang warga Myanmar ditangkap aparat keamanan Thailand atas tuduhan perdagangan manusia, terkait dengan penemuan kuburan massal yang diduga berisi mayat imigran gelap asal Myanmar dan Bangladesh.

Kuburan massal yang berisi 26 mayat ditemukan minggu lalu di wilayah terpencil di Provinsi Songkhla, dekat perbatasan Malaysia. Wilayah tersebut merupakan jalur pelarian warga Muslim Rohingya dari aksi-aksi pembantaian keji di Myanmar

Para pejabat keamanan Thailand memperkirakan para imigran itu ditahan oleh sindikat perdagangan manusia yang menuntut tebusan bagi pembebasan mereka. Mereka kemudian dibunuh, atau dibiarkan meninggal setelah tuntutan sindikat tidak terpenuhi.

Mengutip keterangan polisi, BBC melaporkan bahwa salahs satu dari tiga warga Thailand yang ditangkap adalah anggota parlemen Provinsi Songkhla dan 2 lainnya adalah pegawai kelurahan.

Kelompok-kelompok aktifis telah lama menuduh para pejabat dan polisi lokal terlibat, atau setidaknya mengetahui praktik perdagangan manusia itu.

Sementara itu warga Myanmar yang ditangkap diketahui bernama Soe Naing, alias Anwar. Ia didakwa yang mengoperasikan kamp-kamp imigran dan mencari tebusan, demikian keterangan Anuchon Chamart, pejabat kepolisian setempat kepada AFP.

Selain itu, polisi juga tengan mengejar 4 tersangka lainnya yang tidak lain adalah pejabat-pejabat lokal.

Mayat-mayat yang ditemukan itu telah dievakuasi pada akhir pekan lalu. Mereka diduga meninggal karena penyakit dan kelaparan. Hanya seorang penghuni kamp yang ditemukan dalam kondisi hidup. Kepada media lokal ia menyebutkan kemungkinan adanya kuburan-kuburan massal yang lain di wilayah itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL