blackwaterWashington DC, LiputanIslam.com — Pengadilan Washington, AS, hari Senin (13/4) menghukum 4 orang mantan anggota tentara bayaran perusahaan keamanan swasta Blackwater yang terlibat pembunuhan 17 warga sipil Irak tahun 2007.

Salah seorang di antara keempatnya, Nicholas A. Slatten, yang menjadi pelaku penembakan pertama dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sedangkan 3 temannya dijatuhi hukuman penjara selama 30 tahun. Demikian seperti dilaporkan Press TV, Selasa (14/4).

Bulan Oktober 2014 lalu keempat orang itu dinyatakan terbukti melakukan sejumlah pelanggaran, mulai dari pembunuhan tingkat pertama hingga pembunuhan keji saat mereka bertugas mengawal konvoi diplomat AS di Lapangan Nisour, Baghdad.

“Hal gila yang terjadi tidak bisa dima’afkan. Namun jelas bahwa orang-orang muda itu mengalami kepanikan,” kata Hakim Royce Lamberth dalam persidangan.

Pada bulan September 2007, para personil Blackwater menembakkan senjata penembak tepat, senapan mesin, dan peluncur granat terhadap kerumunan orang-orang tak bersenjata di lapangan yang ramai itu hinga menewaskan 17, termasuk anak-anak.

Pada tahun 2003, pasukan AS dan Inggris dan koalisi pendukungnya menginvasi Irak dengan alasan kepemilikan senjata pemusnah massal yang ternyata tidak terbukti. Selain tidak memiliki alasan, serbuan itu juga tidak mendapatkan legitimasi dari PBB. Akibat serangan itu selain menghancurkan infrastruktur Irak, jutaan rakyat Irak juga mengalami penderitaan hebat.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL