prajurit perancisParis, LiputanIslam.com — Tiga orang tentara Perancis yang tengah berpatroli di depan pusat budaya Yahudi di kota Nice Perancis, Selasa (3/2).

Setidaknya 2 orang dari ketiga prajurit itu mengalami luka-luka setelah seseorang menyerang mereka dengan pisau panjang. Setelah penyerangan itu ia mencoba melarikan diri, namun berhasil ditangkap. Demikian dilaporkan BBC News, Selasa petang.

Walikota Nice Christian Estrosi mengatakan kepada media setempat bahwa sebuah kartu identitas atas nama Moussa Coulibaly berhasil didapatkan di dompet penyerang dan polisi masih menyelidiki motif tindakan nekad itu.

Seorang pejabat kepolisian mengatakan bahwa pelaku berumur sekitar 30 tahun dengan sejumlah catatan kejahatan seperti pencurian dan tindakan kekerasan.

“Ini seperti sebuah aksi kekerasan yang telah direncanakan,” kata kepala polisi setempat Marcel Autier kepada BBC.

Walikota Estrosi segera mengeluarkan pernyataan mengecam aksi tersebut melalui media sosial Twitter dan menyerukan diberikannya hukuman berat kepada pelaku.

Sekitar 10.000 tentara dan polisi dikerahkan untuk berpatroli di tempat-tempat strategis terutama tempat-tempat ibadah di seluruh Perancis menyusul terjadinya aksi kekerasan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo bulan lalu.

Serangan di Nice tersebut terjadi pada hari yang sama dengan penangkapan 8 orang terduga anggota kelompok ISIL yang tengah mencoba merekrut anggota baru di Paris dan Lyon.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL