firefighters-rescuingNew York, LiputanIslam.com — Tiga petugas pemadam kebakaran yang melakukan tindakan pertolongan dalam musibah Serangana WTC 11 September 2001, meninggal pada hari yang sama akibat penyakit kanker yang diderita karena tindakan heroiknya 13 tahun yang lalu.

Sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita RIA Novosti, Sabtu (27/9), tidak lama setelah peringatan serangan WTC tanggal 11 September lalu, tepatnya hari Senin (22/9), 3 veteran pemadam kebakaran yang melakukan aksi pertolongan dalam tragedi tersebut, meninggal karena penyakit kanker.

Lt. Howard Bischoff (58 tahun), Robert Leaver (56 tahun), dan Daniel Heglund (58 tahun) meninggal secara berurutan pada hari yang sama. Bischoff meninggal karena kanker usus, Leaver karena leukemia dan Heglund karena kanker esofagus.

Banyak yang meyakini penyakit-penyakit itu terkait dengan tugas mereka memberikan pertolongan di lokasi robohnya gedung WTC 13 tahun lalu. Dinas Pemadam Kebakaran New York menyebutkan sebanyak 850 pemadam kebakaran dan petugas kesehatan yang bertugas di WTC saat itu terdiagonse kanker.

Pemadam Kebakaran New York kehilangan 343 petugasnya pada peristiwa WTC 2001, 95 petugas lainnya meninggal karena penyakit yang terkait dengan peristiwa tersebut, termasuk ketiga petugas yang meninggal terakhir.

“Kehilangan 3 pemadam kebakaran dalam satu hari karena penyakit yang berkaitan dengan WTC merupakan sesuatu yang menyakitkan, bahwa 13 tahun kemudian kami masih harus menanggung penderitaan karena tindakan-tindakan heroik petugas-petugas departemen ini,” kata komisioner pemadam kebakaran Daniel Nigro dalam pernyataannya.

“Pada hari itu, ketika petugas pertama tiba, udara di sana sangat beracun dan masih beracun beberapa bulan kemudian,” kata Jake Lemonda, presiden organisasi pemadam kebakaran AS (Uniformed Fire Officers Association) kepada CBS News.

Beberapa waktu setelah musibah WTC, satu demi satu petugas yang memberikan pertolongan di tempat tersebut  mengalami gangguan kesehatan, 99% di antaranya adalah gangguan pernafasan.

“Ketika didiagnose sakit, Robert mengatakan bahwa ia bukan korban, melainkan petugas penyelamat,” kata istri Robert Leaver, Rosaria, kepada New York Post.

Leaver didiagnose menderita kanker pada tahun 2003 dan kemudian pensiun setelah bertugas selama 20 tahun.

“Ia mengatakan bahwa korban sebenarnya adalah warga sipil yang bukan pemberi pertolongan pertama. Begitulah Robert berpendapat.”

Kematian 3 petugas itu terjadi saat munculnya desakan kepada badan legislatif AS untuk me-reotorisasi James Zadroga 9/11 Health and Compensation Act. UU yang disyahkan tahun 2010 itu dibuat untuk membantu memastikan dilakukannya monitoring dan pengobatan yang layak terhadap para petugas penyelamat dan korban serangan WTC yang selamat, dari segala dampak buruk serangan tersebut.

“Ketika kami hendak bertindak, kami diberitahu bahwa udaranya aman, jangan khawatir,” kata Lemonda kepada  WABC.

Saat ini terdapat sekitar 30.000 orang yang mendapatkan program perawatan kesehatan dari WTC Health Program. Kebanyakan perawatan itu adalah gangguan pernafasan termasuk asma.

Jika James Zadroga Act di-reotorisasi, program kesehatan bagi korban serangan WTC 2001 akan dilanjutkan hingga tahun 2041. UU tersebut diberi nama sesuai dengan nama petugas detektif yang meninggal seusai bertugas di lokasi kecelakaan WTC tahun 2001.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL